Tanamkan Nilai Kebaikan Melalui Mendongeng

Tanamkan Nilai Kebaikan Melalui Mendongeng

Anak yang susah makan, susah tidur, tidak mau sekolah, sampai anak yang sering membantah, pasti akan membuat semua orang tua kewalahan. Nasihat-nasihat yang diberikan pun rasanya tidak berhasil membuat anak menuruti apa yang orang tua inginkan. Mungkin ini saatnya bagi para orang tua mengubah cara dalam mendidik anak. Salah satunya yang dapat dilakukan adalah dengan mendongeng.

cerita

Mendongeng adalah hal yang mudah yang dapat dilakukan oleh siapa saja karena mendongeng tidak membutuhkan keahlian khusus. Semua orang dari anak kecil hingga dewasa bisa mendongeng dengan cara mereka masing-masing. Dengan mendongeng, selain memberikan hiburan pada anak, juga dapat meningkatkan hubungan antara orang tua dengan anak, menumbuhkan kedekatan, serta menanamkan nilai kebaikan dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan mendongeng juga dapat mempererat ikatan dan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak.

Dulu, dongeng merupakan ritual wajib yang diberikan sebelum tidur. Namun, kini dongeng seolah kalah  populer dengan  pesona gawai di mata anak-anak. Orang tua pun semakin jarang yang bercerita dan berinteraksi dengan anak melalui dongeng. Sekarang ini orang tua cenderung memfasilitasi anak-anak dengan media elektronik yang kadang tidak bermanfaat banyak bagi perkembangan anak. Padahal dongeng terbukti efektif untuk menanamkan nilai kebaikan dan moral dalam diri anak. Cerita dalam dongeng akan selalu terngiang-ngiang di telinga anak dan  nilai-nilai kebaikan yang ada di dalamnya akan terus lekat dan tertanam dalam benak anak. Sehingga secara tidak langsung nilai-nilai moral yang ada akan mempengaruhi sikap, tingkah laku, dan kepribadian anak. Nasihat-nasihat diberikan dalam bentuk dongeng, anak akan terus mengingatnya melalui cerita yang menarik dan menyenangkan.

Menurut Suminto A. Sayuti dalam buku Mendidik Anak Lewat Dongeng (2010), dijelaskan bahwa “mendongeng adalah ibadah, jihad orang tua untuk membentuk generasi masa depan.” Pernyataan tersebut haruslah dipertimbangkan benar-benar dan dijadikan pengetahuan bagi kita bahwa ada suatu cara mendidik anak untuk menjadi generasi yang baik yaitu dengan mendongeng.

Mendongeng atau membacakan cerita untuk anak memiliki banyak manfaat bagi masa depan anak. Ikatan emosional yang terbangun akan memperkuat kecerdasan emosi anak. Cerita yang dihadirkan akan merangsang daya imajinasi anak yang akan memupuk kreativitas dan ide-ide baru. Maka,  dari itu pentingnya mengembalikan kebiasaan mendongeng atau bercerita pada anak, terutama sebelum tidur sebagai sarana melestarikan budaya juga mempertahankan cerita dan dongeng dari negeri sendiri.

Menyempat-nyempatkan waktu bermain dengan anak, berinteraksi dengan anak, menjaga hubungan harmonis dengan anak, komunikasi dua arah merupakan manfaat dari mendongeng. Bisa dijadwalkan sebelum waktu tidur anak, atau di waktu senggang, atau ketika bermain bersama. Hal kedua yang harus diperhatikan selain kapan mendongeng adalah pemilihan cerita yang tepat. Sebagai orang tua harus pandai memilah-milah jenis dongeng yang akan dibacakan kepada anak sehingga dapat membawa manfaat yang banyak terutama tentang nilai-nilai kebaikan dalam pesan moral yang terimplisit dalam dongeng. Nilai moral yang ditanamkan dengan kebiasaaan mendongeng tentu akan menghasilkan hal yang baik jika prosesnya baik. Melalui dongeng yang dibacakan setiap harinya, seorang anak akan terbiasa dengan hal-hal baik yang dicontohkan dalam dongeng. Dengan begitu secara langsung maupun tidak langsung, nilai moral itu tertanam di dalam jiwa si anak dengan lebih lekat dan dengan sendirinya anak tersebut telah menyimpan dalam memorinya. Sehingga diharapkan anak akan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun  beberapa pesan atau nilai yang ada dalam suatu dongeng dapat digambarkan sebagai berikut.

 1.       Nilai tentang Persahabatan

Contoh cerita perjalanan Ashabul Kahfi yang bersahabat baik dan  kompak. Sehingga mereka beristirahat dalam sebuah goa hampir 350 tahun lamanya dan mereka tidak sadar beratus-ratus tahun di dalam gua dan sesungguhnya itu adalah kuasa Allah SWT. Cerita ini bisa menjadi alternatif yang baik untuk anak yang memahami arti persahabatan dalam kehidupan sehari-hari.

 2.       Pesan jangan berbuat jahat.

Dongeng tentang Bawang Merah Bawang Putih bisa menjadi alternatif yang baik. Larangan terhadap anak untuk berbuat jahat seperti Bawang Merah dan anjuran berbuat baik seperti Bawang Putih. Jadi,  anak tidak serta merta kita nasihati agar tidak berbuat baik kepada siapa saja terutama saudara sendiri, akan tetapi melalui dongeng ini akan lebih masuk dan merangsang anak memahami nilai kebaikan.

 3.       Nilai akibat durhaka kepada orang tua.

Cerita Malin Kundang bisa menjadi alternatif yang baik untuk diceritakan ke anak sebagai penanaman nilai moral. Melawan orang tua dan durhaka kepada orang tua merupakan dosa besar dan dapat berakibat tidak baik bagi yang durhaka.

 4.       Nilai perjuangan.

Nilai ini bisa dengan cara menceritakan tentang kerajaan-kerajaan di Indonesia. Di samping anak akan mengetahui dan menambah pengetahuan dan wawasannya, mereka juga mengetahui kebudayaan yang ada di daerah tertentu.

Nilai-nilai di atas merupakan sebagian dari nilai moral yang bisa ditanamkan ke anak melalui mendongeng sejak dini. Penanaman nilai moral dalam hal mendongeng merupakan stimulus yang bersifat halus namun tetap manjur. Apalagi jika orang tua rajin melakukannya akan semakin kuat dan melekat nilai moral yang tertanam pada diri anak. Pendekatan lewat mendongeng ini juga akan berpengaruh ke dalam hubungan keluarga yaitu orang tua dan anak. Interaksi yang biasa dilakukan dalam dongeng akan membawa pengaruh ke perilaku keseharian sehingga antar orang tua dan anak tidak lagi canggung. Anak akan nyaman untuk terbuka dengan ada orang tua.

(Bani Riswiani, S.Pd./Guru Level 6 SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01)