DOWNLOAD BUKU

Motivasi Hari Ini

"Nikmat sehat akan terasa jika kita pernah sakit. Nikmat harta akan terasa jika kita pernah susah, dan nikmat hidup akan terasa jika kita pernah mendapatkan musibah. Musibah adalah awal dari kenikmatan hidup... Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan allah sebagai tujuan hidup."

"Hidup juga perjuangan. Setiap kita akan dinilai dari apa yang telah kita perjuangkan.. Apa yang sudah kita perjuangkan selama ini?."

Program Level

1| 2| 3| 4| 5| 6|

Tugas Online

Link Pendidikan

Pengunjung

7901
Visit Today : 9
Visit Yesterday : 23
Total Visit : 7901
Who's Online : 1

Permen Moka Tanamkan Cinta Budaya dan Kembangkan Kognitif Anak

Oleh: Juliyanti, S.Pd.

Globalisasi membawa pengaruh besar dalam tatanan kebudayaan suatu bangsa. Banyaknya budaya yang masuk mempertaruhkan eksistensi dari budaya bangsa yang telah ada. Salah satu bagian dari budaya dan kearifan lokal yang kini sulit bertahan adalah permainan tradisional. Globalisasi yang juga dibarengi dengan era digital menggeser permainan tradisional dan membuat aksen aksen permainan baru yang berbasis digital yang lebih digemari generasi milenial saat ini. Padahal, jika dikaji lebih dalam permainan berbasis digital tersebut memiliki sisi negatif yang berdampak pada karakter anak. Salah satunya adalah berkembangnya jiwa individualis dalam diri anak, sebagai akibat dari pola permainan yang dimainkan setiap anak (one man one game). Pola tersebut tidak memungkinkan anak untuk saling bekerjasama, yang ada hanya iklim persaingan untuk memenangkan permainan. Disisi lain, permainan yang muncul pada gadget secara tidak langsung juga memunculkan ketergantungan dalam diri anak untuk terus bermain. Hal tersebut tentu dapat menganggu perkembangan psikologis anak. Berkembangnya dampak era digital kemudian juga disadari oleh pemerintah, sehingga muncullah adanya program penguatan pendidikan karakter (PPK). PPK ini diharapkan dapat membentengi anak untuk tetap bisa menghadapi berbagai dampak buruk dari globalisasi. Salah satu model aplikasi PPK  yang diamanatkan pemerintah adalah dengan memunculkan pembelajaran yang mengandung nilai-nilai karakter yang dapat dikembangkan dalam diri anak.

Menyadari adanya fakta-fakta tersebut kemudian muncullah ide dari Juliyanti, Guru SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto  untuk menciptakan pembelajaran yang dapat  menumbuhkan semangat mencintai budaya bangsa, memuat nilai-nilai karakter sekaligus membekali kemampuan kognitif anak. Permainan engklek kemudian dipilih sebagai media untuk mewujudkan pembelajaran tersebut,  karena permainan ini sudah semakin jarang diminati, padahal jika digali lebih dalam permainan ini memiliki nilai-nilai positif yang dapat dikembangkan sebagai upaya mengembangkan pendidikan karakter. Selain itu, permainan ini memuat aktivitas motorik yang disukai oleh anak. Hal tersebut seperti dituturkan oleh Sugiyanto (2008) yang menyatakan bahwa,  salah satu karakteristik anak sekolah dasar adalah memiliki minat yang tinggi terhadap permainan dan gerak ritmik. Agar lebih menarik, media permaian ini kemudian dimodifikasi bahan, alat, dan aturan permaianannya, sehingga kemudian dikeluarkan dengan nama baru yang disukai para anak yakni “Permen Moka (Permainan Engklek Modifikasi)”. Permen moka ini dibuat untuk membantu anak belajar perkalian. Seperti permainan engklek pada umumnya, permen moka ini membutuhkan gaco dan papan engklek. Bedanya, pada masing-masing gaco dan papan engklek diberi angka 2-9.  Permem moka ini dapat dimainkan oleh 8 pemain, masing-masing pemain mendapat satu gaco berisi angka tertentu. Selanjutnya, angka pada gaco yang dipegang anak harus dikalikan dengan angka yang terdapat pada masing-masing papan engklek yang dilewati anak. Oleh karena itu, untuk bermain permem moka ini anak terlebih dahulu harus dibekali jarimatika perkalian 2-9. Dalam proses permainan anak diarahkan untuk menggunakan jarimatika untuk menghitung. Ibarat pisau, semakin diasah semakin tajam. Dengan seringnya anak menyebutkan hasil perkalian antara angka gaco dan angka pada papan engklek maka anak akan dapat menguasai perkalian dengan baik, selain itu anak juga dapat lebih mengenal budaya bangsa melalui permainan tradisional. Lebih dari itu, dengan implementasi permen moka terdapat 8 karakter yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran, yakni 1) Teliti, karakter teliti dikembangkan ketika anak harus menghitung menggunakan jari, selain itu dalam setiap langkah permainan, seperti pada proses melempar gaco dan melompat ke setiap papan engklek anak juga harus teliti agar tidak mengalami kesalahan. 2) Cinta Budaya, karakter cinta budaya dapat terbentuk dalam diri anak dengan memainkan permainan engklek yang merupakan salah satu permainan tradisional. 3) Keterampilan bersosialisasi, keterampilan ini dapat terbentuk ketika ia berinteraksi dalam setiap tahap permaian, mulai dari pembentukan kelompok hingga menunggu giliran main. 4) Demokratis, karakter  ini dapat muncul ketika anak menentukan urutan main, yakni dengan hompimpa atau suit. Sehingga, penentuan urutan benar-benar dijalani oleh anak dengan adil. 5) Percaya Diri, karakter ini dapat dikembangkan dengan anak maju satu persatu untuk bermain engklek, dengan maju satu persatu maka anak dilatih untuk tampil percaya diri dihadapan teman-teman yang menunggu antrian permaian. 6) Kerja keras, anak akan berusaha menyelesaikan permainan untuk memperoleh bintang, meskipun ia harus melompati kotak-kotak engklek dan juga berhitung. Kerja keras tersebut sangat dibutuhkan dalam diri anak, sehingga harus dikembangkan. 7) Disiplin, karakter ini dapat dikembangkan ketika anak harus antri untuk bermain. Jika anak tidak disiplin maka ia akan mnyerobot antrian. Selain itu, kepatuhan anak untuk menjalani setiap aturan permainan seperti aturan melempr gaco, melompat, hingga aturan untuk berhenti ketika melakukan kesalahan juga dapat menjadi indikator sikap disiplin anak. 8) Kejujuran, nilai kejujuran ini dapat dikembangkan dalam diri anak ketika bermain. Yakni, dengan berhenti ketika melakukan kesalahan dalam bermain. Kedelapan karakter tersebut dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran menggunkan permen moka. Hal tersebut sesuai amanat Kemdikbud (2013: 17) bahwa penguatan pendidikan karakter dapat dilakukan dengan integrasi kedalam pembelajaran sesuai karakteristik mata pelajaran.

 

 

Diposkan oleh pada tanggal 08 Aug 2018. Dalam kategori Artikel, Berita. 17 views. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com