DOWNLOAD BUKU

Motivasi Hari Ini

"Nikmat sehat akan terasa jika kita pernah sakit. Nikmat harta akan terasa jika kita pernah susah, dan nikmat hidup akan terasa jika kita pernah mendapatkan musibah. Musibah adalah awal dari kenikmatan hidup... Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan allah sebagai tujuan hidup."

"Hidup juga perjuangan. Setiap kita akan dinilai dari apa yang telah kita perjuangkan.. Apa yang sudah kita perjuangkan selama ini?."

Program Level

1| 2| 3| 4| 5| 6|

Tugas Online

Link Pendidikan

Pengunjung

8068
Visit Today : 13
Visit Yesterday : 50
Total Visit : 8068
Who's Online : 1

Penggunaan Alat Peraga Matematika Wayang Geometri

 

PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA WAYANG GEOMETRI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

OLEH : LUKI EKAWATI, S.Si

SD AL IRSYAD AL ISLAMIYYAH 01 PURWOKERTO

Matematika merupakan ilmu dasar yang berhubungan erat dengan kehidupan kita sehari–hari. Kegiatan kita seperti menghitung uang atau menentukan waktu berangkat kerja, tanpa kita sadari adalah suatu kegiatan matematika. Oleh karena itu, matematika menjadi mata pelajaran yang sangat penting untuk diajarkan di sekolah – sekolah.

Matematika memiliki fungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengukuran, geometri, aljabar, peluang dan statistik, kalkulus dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan untuk mengkomunikasikan ide melalui model matematika yang dapat berupa kalimat matematika dan persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel.

Dalam mempelajari matematika, siswa akan diberi pengalaman menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami dan menyampaikan informasi. Selain itu, matematika juga akan membentuk pola pikir siswa dalam memahami suatu pengertian dan hubungan diantara pengertian-pengertian itu (Suherman, 2001 : 56).

Namun pada kenyataannya, mata pelajaran matematika kurang diminati dan dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari sehingga menghasilkan prestasi belajar yang rendah. Anggapan inilah yang menyebabkan siswa malas untuk mempelajari materi matematika dengan baik. Permasalahan tersebut tentu harus dipecahkan karena materi pelajaran matematika adalah materi yang berkesinambungan. Hal inilah yang menyebabkan mata pelajaran matematika di Sekolah Dasar akan memberi pengaruh yang positif bagi penguasaan materi matematika di tingkat selanjutnya. Jika penguasaan materi matematika di Sekolah Dasar belum maksimal maka siswa akan mengalami kesulitan untuk menguasai materi matematika di kelas selanjutnya.

Prestasi belajar di bidang pendidikan merupakan hasil dari pengukuran terhadap siswa yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotorik setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan. Rendahnya prestasi belajar matematika siswa dapat disebabkan oleh mimimya penggunaan alat peraga matematika yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Adanya alat peraga pun mampu memberi pengaruh positif pada proses pembelajaran. Alat peraga pembelajaran ini sangat dibutuhkan terutama pada kelas – kelas rendah. Hal ini disebabkan siswa pada usia Sekolah Dasar masih pada tahap operasi konkrit yang belum bisa menangkap informasi – informasi yang sifatnya abstrak. Padahal matematika adalah pengetahuan yang bersifat abstrak (Sugiyono, 2011). Oleh karena itu, matematika akan mudah dipahami dengan baik oleh siswa Sekolah Dasar apabila disajikan dengan menggunakan benda – benda yang konkrit.

Kegiatan pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses komunikasi (penyampaian pesan). Penyampaian pesan dalam proses pembelajaran dapat melalui alat peraga. Alat peraga matematika dalam dunia pendidikan terutama untuk kelas rendah sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan objek dari matematika adalah benda-benda yang pikiran yang sifatnya abstrak yang tidak dapat diamati oleh panca indera. Sedangkan pikiran siswa-siswa di kelas bawah belum mampu menangkap informasi yang sifatnya abstrak. Oleh karena itu, alat peraga matematika dapat digunakan sebagai alat untuk mengurangi keabstrakan materi matematika.

Menurut Sugiyono (2011), alat peraga matematika adalah suatu perangkat benda konkrit yang dirancang, dibuat, dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan konsep, mengembangkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika. Alat peraga dalam proses pembelajaran mempunyai nilai-nilai praktis yaitu:

  1. Alat peraga dapat mengatasi berbagai keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa
  2. Alat peraga memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan
  3. Alat peraga menghasilkan kesragaman pengamatan
  4. Alat peraga dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit dan realistis
  5. Alat peraga dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru
  6. Alat peraga dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa belajar
  7. Alat peraga dapat memberikan pengalaman integral dari suatu yang konkrit sampai kepada yang abstrak.

Alat peraga bangun datar yang digunakan bernama Wayang Geometri. Alat peraga ini digunakan pada materi bentuk, nama dan sifat bangun datar sederhana segitiga sebarang, segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, segitiga siku-siku, persegi, dan persegi panjang pada mata pelajaran Matematika kelas 3.

Cara penggunaan alat peraga ini adalah :

  1. Guru memperkenalkan pada siswa tentang wayang geometri.
  2. Guru menjelaskan tentang bentuk, nama dan sifat bangun datar sederhana yang terdapat pada Wayang Geometri seperti segitiga sebarang, segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, segitiga siku-siku, persegi, dan persegi panjang.
  3. Guru membimbing siswa untuk memahaminya.
  4. Siswa diminta untuk mencari pasangan gambar yang sesuai dengan pertanyaan dengan waktu yang ditentukan.

Pada tahap 1 Guru memberikan pertanyaan tentang nama dan bangun datar. Pertanyaan yang diajukan guru seperti :

  1. Bentuk permukaan dari papan tulis adalah . . . .
  2. Segitiga yang ketiga sisinya tidak sama adalah . . . .
  3. Aku adalah bangun segitiga. Aku mempunyai sudut siku-siku. Siapakah aku?
  4. Aku mempunyai 3 kaki. Kedua kakiku sama panjang, tetapi kaki yang lain lebih pendek. Siapakah aku?
  5. Annisa membuat model kincir angin dari kertas origami yang keempat sisinya sama panjang. Berbentuk apakah kertas origami tersebut?
  6. Pak Hasan adalah seorang petani. Setiap akan pergi ke sawah, tak lupa ia menggunakan caping yang ketiga sisinya sama panjang. Berbentuk apakah permukaan caping Pak Hasan tersebut?

Pada tahap 2 Guru memberikan pertanyaan tentang sifat-sifat dari bangun datar. Pertanyaan yang diajukan guru seperti :

  1. Sebutkan sifat-sifat dari segitiga sebarang!
  2. Sebutkan sifat-sifat dari segitiga sama sisi!
  3. Sebutkan sifat-sifat dari persegi!
  4. Sebutkan sifat-sifat dari segitiga sama kaki!
  5. Sebutkan sifat-sifat dari persegi panjang!
  6. Sebutkan sifat-sifat dari segitiga siku-siku!
    1. Setelah pertanyaan selesai dibacakan, siswa berlomba-lomba mencari pasangan gambar dan nama yang sesuai.
    2. Siswa menempelkan jawabannya pada wayang geometri.
    3. Guru memotivasi siswa dengan cara memuji yang paling aktif dan memotivasi siswa yang lain agar lebih bersemangat.

Penggunaan alat peraga Wayang Geometri ini telah membantu siswa untuk memahami materi tentang bentuk, nama dan sifat bangun datar sederhana segitiga sebarang, segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, segitiga siku-siku, persegi, dan persegi panjang. Hal tersebut dibuktikan pada prestasi belajar Matematika siswa yang meningkat.

Kekurangan dari alat peraga Wayang Geometri ini adalah masih kurang praktis dalam penggunaanya karena hanya sekali pakai. Siswa menempelkan dan tidak bisa dilepas lagi. Hal ini dikarenakan bahan yang digunakan sangat sederhana yaitu kertas karton dan kertas asturo. Guru dapat memodifikasi agar permanen dengan penggunaan papan triplek.

Kelebihan dari alat peraga Wayang Geometri ini adalah :

  1. Siswa lebih memahami materi tentang bentuk, nama dan sifat bangun datar segitiga sebarang, segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, segitiga siku-siku, persegi, dan persegi panjang.
  2. Prestasi belajar Matematika siswa yang meningkat.
  3. Siswa menjadi aktif dalam pembelajaran.
  4. Menginspirasi siswa untuk membuat alat peraga bangun datar.

 

 Alat peraga bangun datar hasil karya guru

Alat peraga bangun datar hasil karya siswa

 

DAFTAR PUSTAKA

Erman, Suherman. 2001. Strategi Pembelajaran Matematikan Kontemporer. Jakarta

Fajariyah, N dan Tri Ratnawati,D. 2008. Cerdas Berhitung Matematika untuk SD/MI. Buku Sekolah Elektronik. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Khafid, M dan Suyati. 2004. Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung untuk Sekolah Dasar Kelas 3. Jakarta : Erlangga

Slamet. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Sugiyanto. 2010. Model – Model Pembelajaran Inovatif. Kartosura: Yuma Pustaka

Sulardi. 2008. Pandai Berhitung Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta: Erlangga

Diposkan oleh pada tanggal 14 Oct 2017. Dalam kategori Artikel. 108 views. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com