DOWNLOAD BUKU

Motivasi Hari Ini

"Nikmat sehat akan terasa jika kita pernah sakit. Nikmat harta akan terasa jika kita pernah susah, dan nikmat hidup akan terasa jika kita pernah mendapatkan musibah. Musibah adalah awal dari kenikmatan hidup... Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan allah sebagai tujuan hidup."

"Hidup juga perjuangan. Setiap kita akan dinilai dari apa yang telah kita perjuangkan.. Apa yang sudah kita perjuangkan selama ini?."

Program Level

1| 2| 3| 4| 5| 6|

Tugas Online

Link Pendidikan

Pengunjung

8068
Visit Today : 13
Visit Yesterday : 50
Total Visit : 8068
Who's Online : 1

Pemberdayaan Komite Sekolah di Lingkungan SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto

Keberhasilan sekolah sebagai lembaga pendidikan didukung oleh kapasitas dan kapabilitas dari seluruh Civitas Akademika (Kepala Sekolah, guru, karyawan dan murid), Komite Sekolah, wali murud dan pihak eksternal. Tanpa itu semua, keberhasilan yang didamba – dambakan oleh pihak sekolah tidak akan dicapai dengan sempurna. Komponen – komponen sekolah akan bekerja sesuai dengan tugas pokok dan posisinya masing – masing. Mereka akan menjalankan tugas mereka dengan sebaik – baiknya agar keberhasilan yang hendak dicapai akan terlaksana. Kerjasama yang produktif dengan Komite Sekolah, wali murid dan pihak eksternal juga sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, Komite Sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam menggabungkan dan menyalurkan aspirasi dari pihak sekolah kepada wali murid atau sebaliknya dari wali murid kepada pihak sekolah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, menyebutkan bahwa Komite Sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/ wali murid, komunitas sekolah, serta masyarakat yang peduli pendidikan. Pada pasal 4 ayat (1) menyatakan bahwa  anggota Komite Sekolah terdiri dari (a) orang tua / wali dari siswa yang masih aktif pada sekolah yang besangkutan paling banyak 50% (lima puluh pesen); (b) tokoh masyarakat paling banyak 30% (tiga puluh pesen), antara lain 1) memiliki pekerjaan dan perilaku hidup yang dapat menjadi panutan bagi masyarakat setempat: dan/ atau 2) anggota / pengurus organisasai atau kelompok masyarakat peduli pendidikan tidak termasuk anggota / pengurus organisasi profesi pendidik dan pengurus partai politik. (c) pakar pendidikan paling banyak 30% (tiga puluh persen), antara lain: 1)pensiunan tenaga pendidik; dan/atau 2)  orang  yang  memiliki  pengalaman  di  bidang pendidikan (d) Persentase  sebagaimana  dimaksud  dalam  huruf  a, huruf  b,  dan  huruf  c  menjadi  batas  maksimal sampai  dengan  jumlah  anggota  memenuhi  100% (seratus  persen)  yang  disesuaikan  dengan  kondisi daerah masing-masing.  Dalam keanggotaannya  Komite Sekolah berjumlah paling sedikit 5 (lima) orang dan paling banyak 15 (lima belas) orang. Dan anggota Komite Sekolah tidak dapat berasal dari unsur:  pendidik dan tenaga kependidikan dari Sekolah yang bersangkutan;   penyelenggara Sekolah yang bersangkutan;  pemerintah desa;  forum koordinasi pimpinan kecamatan; forum koordinasi pimpinan daerah;  anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; dan/atau pejabat  pemerintah/pemerintah  daerah   yang membidangi pendidikan.

Dalam  Permendikbud pasal 2 ayat (1,2, 3) yang berbunyi “ Komite Sekolah berkedudukan di setiap sekolah,  Komite  Sekolah  berfungsi  dalam  peningkatan  mutu pelayanan pendidikan,  Komite  Sekolah  menjalankan  fungsinya  secara  gotong royong, demokratis, mandiri, profesional, dan akuntabel.” Kemudian pada Lampiran I Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/u/2002 tanggal 2 April 2002 menyatakan tentang tujuan, peran dan fungsi Dewan Pendidikan atau yang kita kenal dengan Komite Sekolah saat ini.

Tujuan  dibentuknya Dewan Pendidikan (Komite Sekolah) adalah:

  1.  Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan dan program pendidikan;
  2.  Meningkatkan tanggungjawab dan peranserta aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan;
  3. Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu.

Peran dan Fungsi dari Dewan Pendidikan (Komite Sekolah) adalah:

Komite Sekolah berperan sebagai:

  1. Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan;
  2. Pendukung (supporting agency), baik yang berwujud financial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan;
  3. Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan;
  4. Mediator antara pemerintah (eksekutif) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (legislatif) dengan masyarakat.

Serta berfungsi sebagai berikut:

  1. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu;
  2. Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi), pemerintah, dan DPRD berkenan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu;
  3. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat;
  4. Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada pemerintah daerah/DPRD mengenai:  kebijakan dan program pendidikan; kriteria tenaga daerah dalam bidang pendidikan; kriteria tenaga kependidikan, khususnya guru/tutor dan kepala satuan pendidikan;  kriteria fasilitas pendidikan; dan  hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan;
  5. Mendorong orangtua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan;
  6. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan, dan keluaran pendidikan.

 

Dari penjelasan yang sesuai dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 dan Permendiknas Nomor 044/u/2002 tanggal 2 April 2002 jelaslah bahwa peran Komite Sekolah sangat penting dalam terlaksananya keberhasilan pada tiap sekolah yang dimilikinya. Namun fakta dilapangan menunjukkan bahwa keberadaan dari Komite Sekolah masih cenderung pasif. Hal ini dikarenakan oleh Visi dan Misi pada sekolah yang kurang kuat dalam pemberdayaan dari pengurus Komite sekolah, kurangnya komunikasi antar pihak sekolah dengan Komite Sekolah, Program yang kurang jelas dari pihak sekolah, dan pemanfaatan keberadaan Komite Sekolah bagi para orang tua yang kurang diberdayakan serta memandang sebelah mata terhadap pihak Komite Sekolah adalah beberapa penyebab pasifnya Komite Sekolah dalam sebuah sekolah.

Agar keberadaan Komite Sekolah menjadi sangat penting bagi seluruh komponen sekolah dan masyarakat perlu adanya berbagai macam cara yang harus dilakukan diantaranya adalah pihak sekolah memberikan penguatan keberadaan Komite Sekolah dalam penyataan visi dan misinya sehingga segala aspek pendididkan yang ada di sekolah tersebut selalu memprioritaskan pihak Komite Sekolah; menjalin komunikasi yang bagus antara pihak sekolah dengan Komite Sekolah ataupun antara wali murid dengan pihak Komite Sekolah, misalkan pihak sekolah yang diwakilkan oleh para wali kelas melakukan komunikasi yang produktif terhadap anggota Komite Kelas yang nantinya akan diteruskan kepada pihak Komite Sekolah atau Komite Unit Sekolah tentang berbagai macam kegiatan yang akan dilaksanakan atau program bimbingan intensif yang dilaksanakan oleh para siswa apakah akan memungut dana lagi kepada orang tua sehingga tidak ada permasalah yang akan terjadi nantinya . Perlunya pihak sekolah memperjelas program yang hendak dilaksanakan dengan melibatkan dari pihak Komite Sekolah, misalkan pihak sekolah memprogramkan sebuah kegiatan besar seperti Open House, seminar parenting dan lain sebagainya. Ketika pihak Komite Sekolah dilibatkan mereka akan berusaha membantu sehingga pelaksanaan program sekolah berjalan dengan lancar. Kemudian pemanfaatan keberadaan Komite Sekolah bagi para orang tua yang kurang diberdayakan serta dipandang sebelah mata terhadap pihak Komite Sekolah dapat dilakukan oleh pihak sekolah dengan menginformasikan bahwa keberadaan Komite Sekolah sangat diperlukan bagi para oarang tua / wali murid yaitu dengan cara pemilihan pengurus Komite Kelas yang melibatkan para orang tua agar memilih anggota Komite Sekolah dari pihak orang tua murid. Orang tua murid dapat memilih secara langsung para pengurus kelasnya agar aspirasi mereka akan tersalurkan karena mereka mengenal anggota komite kelasnya sendiri. Dengan begitu apa yang megganjal di hati para orang tua / wali murid dapat tersalurkan kepada pihak sekolah melalui perantara yang disampaikan oleh pihak komite kelas kepada Komite Sekolah yang nantinya akan sampai kepada pihak sekolah. Peran serta para pihak Komite Sekolah yang dapat menyalurkan aspirasi para orang tua dan perannya dalam mensukseskan seluruh program sekolah akan menghilangkan pandangan para orang tua / wali murid yang negatif terhadap Komite Sekolah.

 

Keberadaan Komite Sekolah SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto sangat penting bagi keberhasilan pendidikan siswa dan prestasi sekolah. Keterlibatan yang dilakukan oleh Komite Kelas dan Komite Unit membuat para orang tua percaya bahwa Komite Sekolah sangat dibutuhkan oleh pihak SD Al Irsyad Al Isl;amiyyah 01 Purwokerto. Komite Kelas menjembatasi pihak orang tua / wali murid dengan pihak wali kelas. Seluruh kegiatan siswa akan dikomunikasikan oleh wali kelas kepada pihak orang melalui program Family Gathering yang diadakan oleh pihak Komite Kelas. Kemudian dari pihak Komite Kelas akan menyalurkan aspirasi yang berasal dari para orang tua kepada pihak Komite Unit. Kemudian dari pihak Komite Sekolah akan menyampaikannya kepada pihak management sekolah. Komite Kelas juga membantu program siswa  seperti outdoor study, outbond, My Father/ My Mother My Teacher, mengundang tokoh yang melibatkan peran serta dari Komite kelas.

Selain itu pihak Komite Sekolah akan membantu pihak sekolah dalam mempromosikan program sekolah kepada pihak luar sehingga banyak orang tua yang mendaftarkan putra putrinya ke SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto melalui jaringan yang mereka punya dan mengadakan Smart Parenting untuk para orang tua/ wali murid SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto dan para orang tua / wali murid TK se- Kabupaten Banyumas.

Untuk itu sangat penting bagi Sekolah Dasar – Sekolah Dasar yang lain agar dapat merevitalisasi Komite Sekolah yang mereka punyai agar dapat membantu pihak sekolah dalam mencapai segala macam program yang diadakan dan proses pembelajaran akan dapat terlaksana dengan baik karena ada dukungan dan bantuan dari pihak Komite Sekolah. (Yuliyanti, S.Pd)

Diposkan oleh pada tanggal 12 Oct 2017. Dalam kategori Artikel, Guru, Karya. 129 views. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com