DOWNLOAD BUKU

Motivasi Hari Ini

"Nikmat sehat akan terasa jika kita pernah sakit. Nikmat harta akan terasa jika kita pernah susah, dan nikmat hidup akan terasa jika kita pernah mendapatkan musibah. Musibah adalah awal dari kenikmatan hidup... Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan allah sebagai tujuan hidup."

"Hidup juga perjuangan. Setiap kita akan dinilai dari apa yang telah kita perjuangkan.. Apa yang sudah kita perjuangkan selama ini?."

Program Level

1| 2| 3| 4| 5| 6|

Tugas Online

Link Pendidikan

Pengunjung

0247
Visit Today : 1
Visit Yesterday : 1
Total Visit : 247
Who's Online : 1

Pelajaran Burung-Burung yang Berhijrah

utk web2

Allah SWT memberikan ibroh lewat burung seperti dalam surat Al Mulk : 19, “Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka ? Tidak ada yang menahannya di udara selain yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu”.

Takala memandang langit pagi atau sore kita kadang melihat sekelompok burung belibis ( masyarakat Jawa ada yang menyebut kuntul, blekok )  terbang bersama ke suatu tempat membentuk formasi ‘V’.  Ternyata ilmu pengetahuan mengabarkan kepada kita banyak makna berharga dari fenomena itu.

Burung yang terbang berjamaah dan membentuk huruf V mampu menempuh perjalanan sangat jauh dibanding sendirian. Bahkan beberapa jenis burung mampu terbang sejauh 30.000 – 40.000 dari kutub utara ke kutub selatan dengan formasi ini.

Burung yang keluar dari formasi V akan cepat kelelahan karena mendapat tekanan yang kuat dan arus angin yang kencang. Oleh karena itu ia harus kembali ke barisannya untuk mendapat perlindungan dan kekuatan.Jika ada burung yang kelelahan atau sakit, burung yang lain akan mendampingi sampai ia pulih dan segera menyusul rombongan.

Banyak pelajaran dari guru yang bernama kuntul untuk kita utamanya di dunia pendidikan. Pertama, kebersamaan, berjamaah akan melahirkan kekuatan. Kesatuan visi, misi dan aksi antar sekolah dan orang tua akan memperingan pencapaian tujuan.Stepen Covey dalam bukunya The Seven Habits of Highly Effective People mengatakan hasil kerja eklompok itu lebih besar daripada hasil kerja perorangan yang dikumpulkan. Kerja sama bisa menghasilkan 1 + 1 = 4, atau 7 atau 1500.

Kedua, ketika ada individu yang keluar dari kelompok, atau terkena musibah, maka anggota yang lain akan memberi dukungan dan bantuan.Seseorang yang keluar dari rombongan akan rentan beban dan tantangan yang lebih besar. Dalam sebuah penelitian disebutkan kejenuhan dan kemalasan lebih banyak menghinggapi individu daripada kelompok.

Untuk itu sangat penting membangun kebersamaan antar sekolah dan orang tua,  maupun sesama orang tua. Salah satunya partisipasi orang tua dalam kegiatan bersama di sekolah akan mendekatkan raga dan jiwa. Saling taaruf, tafahum, dan taawun. Banyak ilmu yang diperoleh, berbagai ide mengalir deras, dan kesalahpahaman bisa terhindarkan.

Bermacam rupa kegiatan sekolah bisa menjadi jembatan kekompakan. Program teranyar, family gathering misalnya yang rutin tiap bulan atau dua bulanan dilaksanakan tiap kelas sangat potensial membangun kekuatan bersama.

Dalam keluarga, kitapun bisa membangun kekompakan dalam masalah ibadah maupun hal-hal lain. Ketika melakukan sholat, mengajak istri dan anak. Bergotong royong membersihkan rumah, membaca buku bersama-sama dan mendiskusikan. Saling mendukung ketika salah satu angggota keluarga dirundung nestapa, kemalasan atau lainnya.

Pastikan kita sebagai individu, anggota keluarga dan sekolah terbang seperti burung dalam kebersamaan. Karena kita tidak ada yang bisa menjadi superman. Yang bisa dilakukan adalah menjadi superteam. Dan Allah SWT membersamai kita dalam keberjamahan, dalam kebaikan tentunya.( Sudrajat )

Diposkan oleh pada tanggal 13 Jan 2017. Dalam kategori Artikel. 17 views. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com