DOWNLOAD BUKU

Motivasi Hari Ini

"Nikmat sehat akan terasa jika kita pernah sakit. Nikmat harta akan terasa jika kita pernah susah, dan nikmat hidup akan terasa jika kita pernah mendapatkan musibah. Musibah adalah awal dari kenikmatan hidup... Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan allah sebagai tujuan hidup."

"Hidup juga perjuangan. Setiap kita akan dinilai dari apa yang telah kita perjuangkan.. Apa yang sudah kita perjuangkan selama ini?."

Program Level

1| 2| 3| 4| 5| 6|

Tugas Online

Link Pendidikan

Pengunjung

0220
Visit Today : 1
Visit Yesterday : 1
Total Visit : 220
Who's Online : 1

Menumbuhkan Budaya baca di Sekolah Dasar

MENUMBUHKAN BUDAYA BACA DI SEKOLAH DASAR
Oleh
Riris Nurindriani Dwi Meiatun, S.Pd
SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Maha Mulia. Yang telah mengajarkan manusia dengan perantaraan membaca dan menulis”.
(Q.S. Al Alaq : 1-5)

Allah SWT dalam ayat ini menyampaikan bahwa membaca memiliki arti yang sangat penting bagi umat manusia. Bahkan Allah menurunkan surat Al Alaq sebelum surat-surat lain, yang memerintahkan umatNya untuk membaca sebelum memerintahkan yang lain. Hal ini tentu karena mengingat betapa pentingnya membaca.

Menurut, para ahli tafsir iqra memiliki arti membaca dalam arti yang luas dan mendalam, seperti menelaah, menganalisis, mengkaji, dan meneliti. Sedangkan budayakan bisa berarti biasakan dan kembangkan. Jadi, makna iqra bukan sekedar bacalah tetapi budayakanlah menelaah, menganalisis, mengkaji, dan meneliti. Itu semua dapat diperoleh dengan baik manakala kita rajin membaca dan membaca.

Pentingnya Membaca
Membaca merupakan salah satu kegiatan untuk memperoleh pengetahuan dan informasi tertulis. Sumber pengetahuan dan informasi dapat berupa buku-buku, majalah, koran, dan internet. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis (dengan melisankan maupun dalam hati). Membaca sangat penting bagi semua orang baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Karena dengan membaca akan banyak sekali pengetahuan dan informasi baru yang diperoleh. Oleh karena itu, seorang anak harus belajar membaca sejak usia dini sebagai modal utama untuk belajar hal lainnya.
Seperti halnya telah diamanatkan dalam UU No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Bab XIII pasal 48 yang berbunyi “Pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat”. Oleh sebab itu, masyarakat dan bangsa kita harus merubah pola perilaku budaya instan menjadi literer.

Ajaran islam juga sangat memperhatikan masalah membaca karena betapa pentingnya arti membaca bagi manusia. Maka, kita bisa melihat negara-negara yang mempraktekkan dan memiliki budaya membaca yang tinggi mengalami kemajuan yang pesat, baik dari segi ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi. Mereka tampil menjadi sumber daya yang luar biasa bagi peradaban dunia karena berawal dari hobi membaca.

Rendahnya Minat Membaca di Indonesia
Bagaimana dengan minat baca di Indonesia? minat baca masyarakat Indonesia tergolong sangat rendah dibandingkan dengan negara lainnya, Indonesia masih jauh tertinggal. Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia bisa dilihat berdasarkan data The World’s Most Literate Nations (WMLN) yang merilis daftar peringkat literasi negara-negara di dunia terungkap bahwa Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara yang disurvey.

Berdasarkan data Bank Dunia Nomor 16369-IND dan studi IEA (International Association for the Evaluation of Education Achicievement), untuk kawasan Asia Timur, Indonesia memegang posisi terendah dengan skor 51,7, di bawah Filipina dengan skor 52,6. Data lainnya dari UNDP, angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya 65,5 % (lihat kompasianan.com, 5/04/13).
Sampai saat ini minat baca masyarakat Indonesia masih terbilang rendah. Terbukti dari beberapa data yang telah disebutkan diatas. Tidak akan rendah minat baca masyarakat Indonesia jika tidak ada faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca.

Lingkungan Keluarga
Keluarga memegang peranan sangat penting dalam proses perkembangan dan pendidikan anak. Orang tua terutama Ibu sebagai madrasah pertama bagi seorang anak, memiliki peran penting dalam masalah ini. Namun, dengan sibuknya aktivitas orang tua terkadang tidak memperhatikan masalah membaca untuk anak-anaknya. Selain itu juga ditunjang dengan perkembangan zaman yang semakin maju dalam bidang teknologi informasi hampir semua orang memiliki alat komunikasi berupa HP. Orang tua lebih banyak memegang HP dibandingkan memperhatikan kebutuhan sang anak yang ingin bermain dan belajar dengan orang tuanya. Karena sering melihat orang tuanya memegang HP membuat anak merasa kurang diperhatikan dan akhinya penasaran ingin memiliki HP sendiri.

Seharusnya sebagai orang tua memberikan contoh kepada anak-anaknya untuk gemar membaca buku. Banyak cara yang dapat dilakukan orang tua yaitu sediakan waktu luang untuk membaca bersama anak-anak, menyediakan buku bacaan yang cukup, membiasakan untuk mengajak anak untuk datang ke toko buku atau perpustakaan.

Media Televisi dan Gadget
Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia khususnya anak-anak sekolah adalah banyaknya anak yang lebih suka menonton telivisi dan bermain gadget. Anak-anak kecil mampu memainkan HP, Play Station, Game online dan sebagaianya. Teknologi baru tersebut seakan-akan harus diikuti kalau tidak mengikuti maka akan ketinggalan jaman. Padahal jika orang tua tidak memantau secara langsung, bisa jadi Game yang dimainkan dan internet yang dibuka berisikan konten-konten negatif seperti kekerasan, pornografi dan lain sebagaianya. Belum lagi acara televisi yang banyak diisi hiburan dan mempertontonkan gaya hidup seorang selebriti.(Patma Kumalasari : 2012)

Dampak dari tayangan di televisi maupun Game yang sering dilihat dan dimainkan akan membuat anak-anak cenderung lebih mudah marah dan tersinggung. Hal ini dikarenakan otak menjadi pasif, daya nalar berkurang, serta cara berkomunikasi menjadi kurang baik. Sehingga ketika diminta untuk membuat tulisan, berbicara, dan mengemukakan pendapat anak-anak masih merasa kesulitan dalam memilih kosakata. Anak-anak menjadi tidak terbiasa untuk menggunakan kosakata. Berbeda dengan anak-anak yang rajin membaca, mereka memiliki kemampuan berkomunikasi dan berbahasa dengan baik.

Lingkungan Pergaulan
Dalam lingkungan pergaulan seorang teman juga sangat berpengaruh terhadap kebiasaan kita. Hendaknya dalam berteman kita selalu melakukan hal yang positif seperti pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, belajar bersama, dan lain sebagainya. Namun, dalam berteman seringkali hanya mengobrol hal yang tidak jelas, jalan-jalan, dan melakukan peruatan-perbuatan yang tidak baik. Hal tersebut memiliki dampak yang tidak baik bagi kepribadian kita.

Bagaimana Cara Menumbuhkan Budaya Baca?
Upaya untuk menumbuhkan budaya baca masyarakat Indonesia sudah di galakan oleh pemerintah pada saat ini. Salah satu upaya pemerintah dalam menumbuhkan budaya baca adalah Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan tersebut bekerja sama dengan instansi pendidikan dari Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas. Gerakan Literasi Sekolah bertujuan untuk menumbuhkan budi pekerti dan minat baca siswa di sekolah.Di sekolah kami SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto sudah melaksanakan beberapa kegiatan untuk menumbuhkan budaya membaca.

1. Pagi Ceria (Fresh Morning)
Kegiatan pagi ceria ini dilaksanakan selama 30 menit sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Kegiatan ini diisi dengan dzikir pagi, murojaah, membaca Al Quran, selain itu juga diisi dengan kegiatan membaca buku cerita selama 15 menit. Buku cerita yang mereka baca dibawa dari rumah. Sekolah menghimbau kepada anak-anak untuk membawa buku cerita dari rumah, buku tersebut dikumpulkan di kelas dan nantinya akan dikembalikan lagi di akhir semester. Mereka saling bertukar buku cerita dengan teman-teman sekelasnya.

2. Happy Reading dan Writing
Kegiatan tersebut bertujuan untuk membiasakan siswa membaca dan menulis. Dalam kegiatan tidak hanya dituntut untuk membaca saja tetapi juga berlatih menulis sebuah karya seperti puisi, cerita pendek, dan ringkasan.

3. Kunjungan ke Perpustakan
Anak-anak selalu dihimbau untuk berkunjung ke perpustakaan pada saat istirahat atau ketika menunggu jemputan pada saat pulang sekolah.

4. Dalam Kegiatan Belajar di Kelas
Membudayakan baca siswa di sekolah tidak hanya pada waktu tersebut saja, namun juga dilaksanakan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Siswa secara bersama atau secara bergantian untuk membaca teks yang ada di buku pelajaran. Tujuan kegiatan tersebut untuk melatih pemahaman dan penalaran siswa.

Dari berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa menumbuhkan budaya baca di sekolah dasar harus dilaksanakan secara konsisten oleh berbagai pihak baik sekolah maupun keluarga yang dilakukan secara berkesinambungan agar membuahkan hasil yang maksimal sesuai dengan harapan bersama. Dengan semakin rajin membaca akan memperoleh banyak wawasan, ilmu pengetahuan, serta dapat belajar dari pengalaman orang lain. Dan dimasa yang akan datang akan menjadi generasi penerus bangsa yang mampu bersaing dengan negara lain dan sebagai penggerak peradaban dunia. Aamiin.

Diposkan oleh pada tanggal 17 Oct 2017. Dalam kategori Artikel. 31 views. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com