DOWNLOAD BUKU

Motivasi Hari Ini

"Nikmat sehat akan terasa jika kita pernah sakit. Nikmat harta akan terasa jika kita pernah susah, dan nikmat hidup akan terasa jika kita pernah mendapatkan musibah. Musibah adalah awal dari kenikmatan hidup... Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan allah sebagai tujuan hidup."

"Hidup juga perjuangan. Setiap kita akan dinilai dari apa yang telah kita perjuangkan.. Apa yang sudah kita perjuangkan selama ini?."

Program Level

1| 2| 3| 4| 5| 6|

Tugas Online

Link Pendidikan

Pengunjung

0247
Visit Today : 1
Visit Yesterday : 1
Total Visit : 247
Who's Online : 1

Mengolah Pahala

komposterM

Membuang sampah sembarang. Masalah yang diangap sepele tapi berdampak serius. Bayangkan, hanya dua hari, Jakarta dibuat lumpuh. Ya, banjir biangnya. Penyebab utamanya antara lain sampah. Data terakhir Dinas kebersihan Jakarta menunjukkan jumlah sampah di Jakarta sekitar 27.966 m3 per hari. Untuk memudahkan gambaran banyaknya, setiap 2 hari tumpukan sampah di Jakarta bisa untuk membangun 1 candi Borobudur (volumenya 55 ribu m3). Wow, luar biasa. Itu di Jakarta.  Boleh jadi beberapa tahun ke depan masalah sampah Jakarta akan terjadi juga di daerah. Kenapa?Karena yang menjadi penyebabnya juga telah menjadi budaya di daerah.

Rujukan Teologis sampai Strategi Cantik

Semua kita mestinya bertanggung jawab. Dan sekolah saya kira tempat strategis pemutus mata rantai perilaku buruk itu. Bagaimana implementasinya? Ada pengalaman inspiratif. Pak Sumardi, namanya. Meski sudah purna tugas, ada kebiasaannya yang terus menyejarah bagi saya.  Begitu melihat sampah, spontan berujar, “ Hei itu ada pahala, ayo dipungut”, sembari menuntun siswa mengambil bersama.

Mengubah paradigma. Meluruskan ‘miss link’ cara pandang. Inilah yang perlu ditanamkan terus menerus pada kita dan siswa lewat media  tausyiah, posterisasi dsb.Sosialisasi ke siswa dihubungkan dengan nilai-nilai Islam. Ternyata ada landasan dan konsekuensi transendennya. Konkretnya seperti dikatakan ketua MUI, KH Amidhan bahwa membuang sampah sembarang hukumnya haram karena menimbulkan madharat bagi sesama atau lingkungan seperti penyakit, bau, dan banjir. Bukankah banyak perintah dan laranga Allah dan rasulnya berkaitan kebersihan batin, diri, harta, keluarga sampai lingkungan. Dalam quran surat Ar Rum ayat 41 Allah menegaskan “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).“ Lalu Rasulullah pernah mewasiatkan, “Buanglah duri/sampah dari jalan. Sesungguhnya hal demikian itu termasuk dari sedekahmu”. (HR. Bukhari).

Berikutnya wilayah pembiasaan yang dibarengi keteladanan. Menahan diri dari membuang sampah sembarangan, dan jika melihat sampah begitu ringan untuk mengambilnya. Teorinya gampang tapi prakteknya memang butuh kesabaran.

Ternyata kita butuh juga metode menarik dan mendidik. Membiasakan anak membuang sampah di tempatnya tanpa menggurui dan terkesan memaksa. Itu yang insya allah sekolah akan programkan dan menjadi salah satu program unggulan disuatu level untuk pilot projectnya. Sekolah sudah menggandeng kantor BLH ( Balai Lingkungan Hidup ) untuk kerjasama peralatannya berupa komposter dan teknis bagaimana mengolahnya. Ditambah hasil studi kunjungan lapangan ke tempat pengolahan sampah di Mersi, siswa tinggal mempraktekkannya. Globalnya anak secara berkelompok mengelola sampah dalam bentuk bank sampah, kemudian diolah menjadi pupuk cair organik. Hasilnya untuk memupuk tanaman ( program penghijauan, go green ) di lingkungan sekolah. Jika ini berjalan maksimal niscaya sebagai sebuah pembelajaran yang luar biasa, berkesan dan membawa kebaikan. Artinya tidak hanya memungut pahala-bahasanya Pak Sumardi- bahkan itu sudah mengolah pahala. Semoga.

Sudrajat, S.Sos

 

 

 

Diposkan oleh pada tanggal 14 Dec 2013. Dalam kategori Artikel. 368 views. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com