DOWNLOAD BUKU

Motivasi Hari Ini

"Nikmat sehat akan terasa jika kita pernah sakit. Nikmat harta akan terasa jika kita pernah susah, dan nikmat hidup akan terasa jika kita pernah mendapatkan musibah. Musibah adalah awal dari kenikmatan hidup... Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan allah sebagai tujuan hidup."

"Hidup juga perjuangan. Setiap kita akan dinilai dari apa yang telah kita perjuangkan.. Apa yang sudah kita perjuangkan selama ini?."

Program Level

1| 2| 3| 4| 5| 6|

Tugas Online

Link Pendidikan

Pengunjung

0220
Visit Today : 1
Visit Yesterday : 1
Total Visit : 220
Who's Online : 1

Kontekstualitas dan Aktualitas Dalam Pembelajaran

gerhana

Pembelajaran itu harus kontekstual, bisa diterapkan dan diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Pembelajaran juga harus aktual, hal yang terbaru yang tengah terjadi ditengah-tengah kehidupan masyarakat harus diketahui dan dikuasai dengan baik oleh seluruh peserta didik. Oleh karena itulah SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto, sebagai sekolah yang sangat memperhatikan kontekstualitas dan aktualitas dalam pembelajaran menyelenggarakan simulasi sholat gerhana bulan.
Sebagaimana diketahui bersama beberapa hari terakhir dunia banyak memperbincangkan tentang fenomena alam yang jarang terjadi yakni “Super blue blood moon”, karena tiga fenomena bulan terjadi sekaligus, yakni super moon, blue moon dan gerhana bulan. Fenomena langka ini terjadi pada hari, Rabu 31 Januari 2018, pada saat itu bumi, matahari dan bulan berada dalam satu garis di saat yang bersamaan bulan sedang berada dalam posisi paling dekat dengan bumi. Fenomena alam ini jarang terjadi, hanya akan terulang dalam kurun waktu kurang lebih 100 tahun lagi.
Nah, menghadapi kejadian terhangat yang sedang menjadi trending topik dunia, SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 merasa sayang sekali apabila ada momen yang terlewat begitu saja tanpa ada hal yang bisa diambil hikmah atau manfaat kebaikanya. Termasuk moment “Super blue blood moon” ini, dunia Pendidikan harus terlibat dalam merespon peristiwa tersebut. Salah satunya adalah dengan menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bagi peserta didik. Pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik menyentuh pada peristiwa terkini yang sedang terjadi di masyarakat.
Pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik mengenai fenomena “Super blue blood moon” ini diantaranya adalah pertama diberikan pengetahuan secara scientific tentang mengapa fenomena alam tersebut bisa terjadi. Kedua, peserta didik diajak mensyukuri nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT, yang tidak bernilai harganya. Atas nikmat sehat bisa melihat keindahan alam, atas nikmat manfaat dari bumi, bulan, matahari dan alam semesta, semua nikmat tersebut harus senantiasa disyukuri. Ketiga, diberikan cara terbaik menyikapi fenomena langka yang terjadi di alam adalah dengan semakin mendekatkan diri atas ke agungan-Nya, yakni dengan melaksanakan sholat, bukan dengan selfi, wefie atau euforia duniawi lainnya.
Diberikan juga bekal kepada peserta didik, tentang tata cara sholat gerhana. Bukan hanya teori atau catatan tertulis saja yang diberikan tetapi langsung dipraktikkan dan disimulasikan dibawah bimbingan langsung ustadz-ustadzah SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01. Yang pelaksanaannya dilaksanakan pagi hari pukul 07.00 sampai dengan selesai. Diselenggarkan secara serentak di dua Gedung. Gedung 1 untuk peserta kelas 1-4 reguler, dan Gedung 2 untuk seluruh peserta didik kelas 5 dan 6 serta kelas percontohan Al quran, seluruhnya dengan jumlah peserta didik mencapai seribuan.
Tidak hanya itu saja pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik mengenai peristiwa gerhana bulan, untuk selajutnya sekolah memfasilitasi agar ilmu yang baru saja diberikan bisa langsung dipraktikkan dimasyarakat. Teknisnya, hasil simulasi beserta himbauan lengkap pelaksanaan sholat gerhana juga dibagikan di grup wali murid oleh masing-masing walikelas. Dan diberikan pula informasi lengkap tentang masjid-masjid di sekitar Purwokerto, yang menyelenggarakan sholat gerhana. Harapannya peserta didik dan keluarganya bisa melaksanakan sholat gerhana di masjid-masjid terdekat dengan lokasi tempat tinggalnya.
Jadi ilmu dari pembelajaran yang diberikan langsung bersifat aplikatif dan beranfaat karena bisa diterapkan dalam kehidupan peserta didik bahkan mempunyai nilai lebih karena melalui peserta didik bisa turut tersebar syiar Islam. Karena peserta didik pasti akan turut mengajak keluarganya juga. Semoga dengan adanya pembelajaran yang bersifat kontekstual danaktual ini akan semakin memajukan Pendidikan di Indonesia. Serta turut membangun tumbuhnya generasi bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia serta mampu membawa diri dengan baik dan menularkan ilmunya dimasyarakat. Aamiin

Ditulis dan di postkan oleh Imalia Din Indriasih di 13.35.00

Diposkan oleh pada tanggal 31 Jan 2018. Dalam kategori Berita. 18 views. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com