Komite SD Al Irsyad 01 Rangkul BNN Cegah Narkoba

Korban narkoba sekarang ini bukan lagi orang dewasa, melainkan anak -anak kecil. Peredaran narkoba yang kian marak khususnya di kota Purwokerto, menjadi perhatian khusus bagi Komite SD Al Irsyad 01 Purwokerto .Berdasarkan data dari BNN, Purwokerto menjadi kota ke 3 terbesar peredaran Narkoba di Jawa Tengah.Korbannya tdk hanya dari kalangan umum tapi pelajar seperti mahasiswa, pelajar SMA dan SMP. Dan sangat dimungkinkan akan jatuh korban dari siswa SD mengingat baru-baru ini BNN menemukan narkoba dalam kemasan permen yang dikemas sangat menarik bagi anak-anak dengan harga yang sangat murah yaitu Rp.1000,-

Fakta di atas, membuat Komite Sekolah berinisiatif untuk bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional kabupaten Banyumas untuk mencegah bahaya narkoba lebih luas lagi.Tepatnya sabtu, 31 Oktober 2015, dalam acara Smart Parenting menghadirkan bapak Wicky Sri Erlangga, M.T selaku Kasi Pencegahan BNN Kab.BMS dan rekannya bpk Toni Riyamukti SH Anggota BNN kab.BMS dan bertempat di Aula SD Al Irsyad 01. Adapun peserta smart parenting adalah orangtua walimurid SD Al Irsyad 01 yang tampak antusias dengan tema yg diusung pada kesempatan kali ini yaitu “Mengenal dan Mencegah Narkoba di sekeliling kita”

Tepat pukul 08.30- 10.30 bpk Wicky memaparkan materi dengan sangat antusias, disertai tayangan video dan slide yang sangat menarik. Bukti-bukti narkoba sudah  tersebar luas juga disajikan dalam video-video yang membuat peserta tak ingin sekejapun meninggalkan Aula. Bahkan ada orangtua walimurid yg langsung mengirimkan pesan melalui BBM kepada putrinya yg sedang  kuliah di kota Jogjakarta hanya demi memberikan nasehat dan do’a karena beliau begitu ngeri dengan target-targetnya adalah pelajar. Dalam salah satu tayangan video yg dikeluarkan oleh media Belanda menceritakan kisah Ilham bocah 9 tahun yg kecanduan merokok bahkan telah mengenal rokok sejak usia 4 tahun. Liputan asing lainnya juga mewawancarai anak-anak SD di Indonesia yang kecanduan merokok di usia yg sangat muda. Hal ini tentu menjadi keprihatinan dan perhatian mengingat dengan merokok bisa membuka jalan seseorang untuk mengenal narkoba. Terlebih anak-anak adalah generasi masa depan bangsa Indonesia.

Orangtua sebagai pihak terdekat dengan sosok anak, sudah seharusnya mengawasi anak dari hal-hal yang buruk. Mengetahui kebiasaan anak-anak dan waspada dengan hal-hal yang kecil agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Komunikasi yang positif antar orangtua dan anak bisa menjadi salah satu solusi terhindar dari bahaya narkoba. Ketua Komite SD Al Irsyad 01, Ibu R.R, Ria Ningrum, S.E menyampaikan bahwa komite berkomitmen untuk terus mengadakan seminar-seminar sejenis sebagai salah satu kepedulian orangtua terhadap anak-anak yang menjadi amanah dari Alloh, SWT. (EMAS)