Keterbatasan fisik tidak menjadikannya alasan untuk tidak menghafal Al Qur’an.

Anak yang secara fisik kurang sempurna ini telah membuktikan kemukjizatan Al Qur’an.

Melalui wasilah Al Qur’an, anak ini mengantarkan kedua orang tua dan mbahnya berangkat Haji.

Orang tua mana yang tidak menangis bahagia bisa menunaikan ibadah haji ke baitullah melalui perantara anaknya?

Kita? Kebaikan apa yang sudah kita persembahkan untuk kedua orang tua kita? Selama ini sudah seberapa dekat kita dengan Al Qur’an?

Terkadang, waktu kita kebanyakan habis mencari sesuatu yang mana sesuatu itu justru melalaikan kita dari Al Qur’an.

Kita harus jujur, dalam hal kebaikan, kita kalah dengan anak yang tidak sempurna secara fisik ini.

😭