DOWNLOAD BUKU

Motivasi Hari Ini

"Nikmat sehat akan terasa jika kita pernah sakit. Nikmat harta akan terasa jika kita pernah susah, dan nikmat hidup akan terasa jika kita pernah mendapatkan musibah. Musibah adalah awal dari kenikmatan hidup... Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan allah sebagai tujuan hidup."

"Hidup juga perjuangan. Setiap kita akan dinilai dari apa yang telah kita perjuangkan.. Apa yang sudah kita perjuangkan selama ini?."

Program Level

1| 2| 3| 4| 5| 6|

Tugas Online

Link Pendidikan

Pengunjung

7898
Visit Today : 6
Visit Yesterday : 23
Total Visit : 7898
Who's Online : 1

Keseimbangan Otak Kanan & Otak Kiri

Otak manusia terdiri atas dua belahan otak, atau jika dalam bahasa biologinya terdiri atas dua hemisfer yaitu hemisfer kiri dan kanan. Antara otak kanan dan kiri mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda atau mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. DePorter (1999) menjelaskan bahwa karakteristik berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial, linear, dan rasional. Sedangkan karakteristik pada otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuituif, dan holistik.

Cara-Melatih-Otak

Pada umumnya setiap anak hanya menunjukkan keahlian dari salah satu otak saja, entah itu otak kiri atau otak kanan. Pada dunia sekolah, anak yang lebih menonjol pada otak kiri,  biasanya lebih pandai pada mata pelajaran seperti Fisika, Matematika, Kimia atau mata pelajaran lain yang berbau eksak. Namun anak yang lebih menonjol pada otak kanan, ia biasanya lebih pandai pada mata pelajaran seperti kesenian, olahraga, dan lain-lain. Di sekolah, guru dapat menggunakan praktik mengajar sebagai upaya dalam mengembangkan kemampuan baik itu dari otak kiri maupun otak kanan. Ketika seorang guru mengajar di kelas, mengajarkan materi tiap halaman buku dengan urut sampai dengan membahas latihan soal, maka guru tersebut cenderung mengasah otak kiri anak dalam berpikir. Namun, ketika seorang guru mengajak anak untuk belajar di lapangan yaitu dengan melihat berbagai kasus di lapangan yang kemudian anak diminta untuk mengaitkan berbagai kasus dengan teori yang ada, maka guru tersebut cenderung mengasah otak kanan anak dalam berpikir.

Peranan guru dalam perkembangan intelektualitas dari siswa memang sangat utama. Tetapi, guru tidak hanya berkewajiban mengajarkan pengetahuan/materi saja kepada murid, tetapi juga melatih soft skill dari setiap murid. Kreativitas, berpikir kritis, jiwa kewirausahaan sangat penting bagi setiap orang sebagai bekal di dunia kerja.  Tidak hanya hard skill saja yang diperlukan untuk mencapai sebuah kesuksesan, tetapi soft skill juga mengambil peran penting dalam mengantar seseorang menuju kesuksesan. Jadi, tidak hanya intelektual (fungsi otak kiri) saja yang diperlukan, tetapi juga kemampuan kerjasama, komunikasi, kreativitas (fungsi otak kanan) menjadi penentu kesuksesan seseorang.

Karena itu, guru harus mempunyai strategi khusus dalam pembelajaran agar tidak hanya melatih kecerdasan otak kiri saja, tetapi juga mengembangkan kecerdasan otak kanan dan otak kiri sangat diperlukan, karena akan saling melengkapi. Untuk mencapai kesuksesan, tidak hanya kecerdasan intelektual (IQ) yang diperlukan, namun masih ada kecerdasan lain yaitu emosional(EQ), dan spiritual (SQ).

Kecerdasan intelektual ini otak kiri yang mengambil peranan, sedangkan untuk kecerdasan emosional, otak kanan yang berperan. Dengan keseimbangan antara otak kanan dan kiri, seseorang dapat  mengaplikasikan pengetahuan/ intelektual yang dimiliki diiringi kreativitas yang tinggi.

 ( Yesi Rakhmawati, S.Pd.)

Diposkan oleh pada tanggal 22 Sep 2016. Dalam kategori Artikel. 55 views. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com