Pada tanggal 1-4 Oktober 2019 kemarin, kepala SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto, ustadz Alex Nanang Agus Sifa, S.Fil.I, M.Pd. menghadiri acara AICIS (Annual International Conference on Islamic Studies). Acara yang bertempat di Mercure Batavia Jakarta tersebut merupakan acara bergengsi tahunan yang diselenggarakan oleh Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

AICIS tahun 2019 ini mengambil tema besar yaitu “Digital Islam, Education, and Youth: Changing Landscape of Indonesian Islam”. Adapun subtema yang dibahas oleh para peserta adalah: Developing Models of Religious Education to Counter Conservatism and Radicalism, Digitalization of Islamic Texts, Religious Authority and Fatwa in the Digital Age, Islam, Youth and Social Media, dan sejumlah tema lainnya.

Pada kesempatan langka ini, ustadz Alex Nanang Agus Sifa, S.Fil.I, M.Pd. membawakan makalah yang berjudul “The Important of The Social Media Role in School Development: A Case Study at Al Irsyad Al Islamiyyah Elementary School 01 Purwokerto”. Makalah dalam bahasa Inggris ini berusaha memaparkan pentingnya peranan media sosial dalam pengembangan sekolah di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto. Fokus utama makalah ini adalah untuk menjawab pertanyaaan bagaimana usaha dan strategi yang dilakukan oleh SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto dalam mengembangkan sekolah melalui media sosial sehingga selama empat tahun terakhir menjadi sekolah yang sukses dalam penerimaan peserta didik baru dan menjadi sekolah yang menyandang peringkat pertama dari 815 sekolah negeri swasta dengan nilai ujian sekolah tertinggi di kabupaten Banyumas.

Ketua Steering Committee AICIS 2019, Prof. Nurhaedi memaparkan, dalam forum ini berhasil merumuskan masalah dalam menyikapi fenomena yang terjadi di negara-negara berpenduduk muslim sebagai akibat ketersinggungan agama, pluralisme dan demokratisasi.

Setidaknya ada tiga rekomendasi dari hasil AICIS 2019 sebagai berikut;
Pertama, perlu pemahaman mendalam tentang kompleksitas Islam Digital sebagai hasil persinggungan antara silam society dengan digital teknologi. Terdapat kebutuhan pemikiran ulang atas perpektif lama studi Islam. Kedua, sarjana muslim perlu memperkaya studi digital Islam dan reorientasi metodologi khususnya terkait persinggungan Islam dengan gaya beragama anak muda milenial. Dan ketiga, terkait pemahaman interpretatif dan wacana agama kaum muda, para pemangku kepentingan pendidikan Islam perlu melakukan langkah-langkah strategis, terintegrasi, dan komprehensif untuk mempromosikan Islam moderat di kalangan milenial

Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ini adalah perhelatan akbar para ilmuwan dikalangan akademisi Perguruan Tinggi Islam negeri maupun swasta yang bergengsi dan kompetitif dengan banyaknya submitter para akademisi dan researcher dari dalam dan luar negeri.

Forum AICIS ini adalah sebagai barometer kajian-kajian ilmu keislaman dunia, dan menjadikan Islam di Indonesia sebagai baromater serta rujukan dunia yang menebarkan kedamaian.