Cerpen : Indahnya Kebersamaan

Sahabat-Muslim1-2zx5fek7fu3k2o8x9jywhs

Arif melangkah pelan ke arah kelas. Ia tampak murung tanpa semangat. Sebagai sahabat saya memberanikan diri untuk menyapanya, “Hai rif…apa kabar? Mana semangatmu? senyum dong….”, Sambil saya tepuk-tepukan tangan ke pundaknya. Eh dia, tidak apa-apa koh. Saya Cuma sedikit capek aja, kemaren seharian bantu-bantu ibuku membereskan rumah, “Oh gitu, syukurlah kalau kamu baik-baik saja.” Tapi masih tampak kebohongan di wajah Arif dengan pandangan matanya yang kosong sambil menunduk lesu. Saya tidak mau memaksa Arif untuk menceritakan apa yang sedang dia alami. Sudahlah yang penting saya tetap bersemangat memasuki kelas dan duduk bersama Arif.

Tet..tet….bel istirahat berbunyi. Anak- anak kelas VI A berhamburan keluar kelas menuju kantin. Haus dan lapar pasti yang mereka rasakan. Lain halnya dengan arif yang masih terduduk dibangkunya. Aku coba mengajaknya untuk sekedar bermain di luar kelas ataupu membeli makanan kecil. Arif hanya menggelengkan kepalanya sambil menunduk. “Baiklah kalau begitu, aku tinggal keluar sebentar ya”. aku berpamitan sambil bergegas menuju kantin. aku membeli dua minuman dan dua bungkus roti. Alhamdulillah uang saku yang ada dikantong celanaku cukup untuk membayar itu. aku kembali ke kelas sambil memberi roti dan minuman itu ke arif. arif terlihat lahap sekali ketika makan roti itu. tak lupa ia mengucapkan terimaksih kepadaku. Sebagi ucapan terimakasih kepada seorang sahabat, Arif mau menceritakan yang sedang ia alami, “Dari pagi aku belum sarapan, bahkan tidak membawa uang sama sekali, Ibunya sedang tidak memiliki uang untuk membeli makanan ataupun uang saku dikarenakan ayahnya sudah beberapa hari ini tidak menarik becak karena sedang sakit.”

Saya sedih mendengarkan ceritanya, tapi saya tidak mau menampakkan kesedihanku di hadapan sahabatku. aku tetap tersenyum dan  memuji arif dengan merangkulnya, “kamu hebat rif, bisa sabar menghadapi masalah ini, saya do’akan semoga ayahmu cepat sembuh dan bekerja lagi seperti biasanya”.Amiin..

(Diandra Emillul Fata/Kelas  6 Al Kahfi)