DOWNLOAD BUKU

Motivasi Hari Ini

"Nikmat sehat akan terasa jika kita pernah sakit. Nikmat harta akan terasa jika kita pernah susah, dan nikmat hidup akan terasa jika kita pernah mendapatkan musibah. Musibah adalah awal dari kenikmatan hidup... Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan allah sebagai tujuan hidup."

"Hidup juga perjuangan. Setiap kita akan dinilai dari apa yang telah kita perjuangkan.. Apa yang sudah kita perjuangkan selama ini?."

Program Level

1| 2| 3| 4| 5| 6|

Tugas Online

Link Pendidikan

Pengunjung

0252
Visit Today : 1
Visit Yesterday : 1
Total Visit : 252
Who's Online : 1

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto

Oleh Anggun Bugarinda Putri, S.Si.

            Bel tanda masuk sekolah telah berbunyi. Siswa – siswa berbaris rapi di depan kelas. Tak terkecuali siswa kelas 1. Satu per satu siswa masuk kelas. Mereka duduk dengan tertib. Setelah berdoa, aktivitas kami lanjutkan dengan kegiatan fresh morning atau kegiatan “pagi ceria”. Fresh morning menempati jam ke Nol pelajaran di sekolah kami, yang dilaksanakan pada pukul 07.00 – 07.30 WIB. Waktu 30 menit tersebut kami gunakan untuk math game, writing task, visiting librabry, Scout, Qur’an fun. Kegiatan – kegiatan tersebut disesuaikan dengan target Standar Kompetensi Minimal (SKM) yang harus dikuasai oleh siswa kelas 1, dengan harapan semua Kompetensi Dasar bisa dikuasai semua siswa di akhir tahun pelajaran.

Math fun adalah kegiatan untuk memantapkan materi berhitung, sasarannya adalah agar siswa kelas 1 tuntas materi penjumlahan dengan hasil di bawah 20 dan pengurangan kurang dari 20. Strateginya dengan memberikan soal penjumlahan atau pengurangan secara lisan yang digunakan sebagai password untuk masuk kelas. Siswa yang berhasil menjawab dengan tepat dipersilahkan masuk kelas. Math fun dilaksanakan setiap hari Selasa.

Writing task adalah kegiatan untuk memantapkan kemampuan menulis kata. Strateginya dengan mendiktekan kata, siswa menuliskan kata yang diucapkan guru tersebut pada buku tulis. Kegiatan writing task dilaksanakan setiap hari Rabu.

Visiting Library adalah kegiatan berkunjung ke perpustakaan. Siswa diberi kesempatan untuk mengunjungi perpustakaan dan membaca buku cerita anak yang mereka sukai. Visiting Library dilaksanakan setiap hari Kamis.

Scout adalah kegiatan latihan pramuka yang diselenggarakan setiap hari Jumat, sebagai ekstrakurikuler wajib bagi seluruh siswa karena sekolah kami sudah menerapkan kurikulum 2013.

Qur’an fun adalah kegiatan untuk mengulang kembali hafalan surat – surat dalam Al Qur’an yang sudah pernah mereka hafalkan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu.

Sesuai dengan jadwal fresh morning yang telah kami susun, hari Kamis adalah kegiatan     Visiting Library.  Kegiatan tersebut diadakan untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Gerakan Literasi Sekolah bertujuan untuk memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti.

“Perpustakaan mini” di kelas sengaja kami siapkan untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah. Beberapa koleksi buku cerita anak yang ada di perpustakaan, sengaja kami susun di rak di salah satu sudut ruang kelas 1. Rak dipasang tidak terlalu tinggi supaya bisa terjangkau oleh siswa. Buku–buku cerita bergambar dengan tulisan besar–besar dan kata–kata yang sederhana dan mudah dibaca dengan warna yang menarik anak-anak sengaja kami pilih. Mengingat siswa kelas 1 rata–rata masih berusia 6 – 7 tahun, di mana anak-anak pada usia tersebut mereka sudah mempunyai kemampuan membaca permulaan dan mulai aktif membaca kata–kata. Mereka mudah tertarik dengan sesuatu yang bersifat visual. Mereka akan terstimulus untuk mendekati hal-hal yang mereka anggap menarik, oleh karena itu, pemilihan buku cerita merupakan salah satu faktor yang menentukan suksesnya program Gerakan Literasi Sekolah.

Semua siswa diminta untuk memilih buku cerita yang ia minati. Untuk menambah kenyamanan saat membaca kami arahkan mereka untuk membaca bersama di luar kelas, tepatnya di halaman kelas. Mereka duduk berkelompok di atas karpet sembari membaca. Sengaja kami buat suasana yang lebih “santai”, agar mereka merasa nyaman saat membaca. Kami mendampingi mereka saat membaca. Saat mereka melafalkan kata demi kata, kami bisa mengidentifikasi kemampuan membaca setiap siswa. Beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca buku bacaannya. Hal ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memberikan tindakan lebih lanjut untuk mengatasi masalah kesulitan  membaca pada siswa tersebut. Kami harus melakukaann tindakan lebih lanjut untuk memberi “pertolongan” dengan cara memberi pembimbingan membaca lancar di luar jam sekolah. Setelah selesai membaca, kami bimbing mereka untuk meletakkan buku–buku yang telah mereka baca di rak dengan rapi.

Sesekali kegiatan visiting library kami variasikan. Kegiatan tersebut kami ganti dengan kegiatan mendengarkan pembacaan buku cerita. Siswa–siswa mendengarkan kami membacakan salah satu buku cerita. Kami bacakan buku cerita tersebut dengan artikulasi yang jelas dan dengan suara lantang, supaya siswa bisa sambil belajar mengucapkan kata–kata yang benar. Intonasi yang tepat dengan nada yang benar juga kami perhatikan. Kami juga dramatisasikan cerita tersebut dengan berakting dan berekspresi.

Kegiatan menumbuhkan minat baca bagi siswa kelas 1 di sekolah kami tidak hanya dilaksanakan saat fresh morning saja. Saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas pun, mereka bisa melaksanakan kegiatan literasi. Strateginya dengan memberikan kesempatan kepada siswa yang tela selesai mengerjakan tugasnya, mereka diberi kesempatan untuk membaca buku cerita di “perpustakaan mini” di kelas. Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain untuk mengatasi kegaduhan di kelas jika masih ada siswa yang belum menyelesaikan tugasnya. Siswa yang sudah menyelesaikan tugasnya sangat berpotensi untuk membuat kegaduhan di kelas.

Salah satu program sekolah kami yang juga mendukung Gerakan Literasi Sekolah adalah program Happy Reading. Program tersebut dilaksanakan satu tahun sekali. Kami bekerja sama dengan UPT Perpustakaan Daerah Kab. Banyumas. Mobil perpustakaan keliling kami datangkan ke sekolah. Siswa–siswa diberi kesempatan untuk membaca dan meminjam koleksi buku–buku cerita dari Perpustakaan Daerah.

Wali murid juga berperan untuk mensukseskan Gerakan Literasi Sekolah. Kami himbau kepada wali murid supaya anak–anak membawa koleksi buku cerita dari rumah. Buku–buku tersebut akan dikembalikan ketika kenaikan kelas. Mereka akan saling menukar buku cerita mereka. Setiap hari Sabtu, mereka membawa pulang satu buku cerita milik temannya. Hari Senin mereka mengembalikan buku tersebut ke “perpustakaan mini.” Ketika hari Sabtu tiba, mereka akan membawa buku cerita yang berbeda. Begitu seterusnya. Setiap bulan sekali, pada hari Senin, secara bergiliran, salah satu siswa diminta maju untuk menceritakan isi buku yang mereka baca di depan teman-temannya. Selain melatih rasa percaya diri siswa, kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih membaca pemahaman bagi siswa tersebut, karena ia harus mencermati isi bacaan yang ia baca.

Kegiatan–kegiatan yang sudah dilaksanakan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan dan meningkatkan minat baca siswa SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto, yang sekaligus mensukseskan program Gerakan Literasi Sekolah yang sedang digalakkan pemerintah.

Diposkan oleh pada tanggal 11 Oct 2017. Dalam kategori Artikel. 78 views. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com