Home » Karya

Category Archives: Karya

Meraih Prestasi dengan Disiplin

Sabtu, 1 September 2018

160 siswa kelas 6 berlatih bersama kakak2 Menwa Unsoed (more…)

Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

Oleh :

Basuki Dwi Sulistyo, S.Pd

Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

Semua bangsa di dunia ini pasti ingin membuat bangsanya maju dan sejahtera masyarakatnya. Ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, hampir semua bangsa berjuang meraih prestasi tersebut. Salah satu langkah untuk memajukan sebuah bangsa adalah dengan peningkatan kualitas pendidikan. Pendidikan merupakan modal yang sangat berharga untuk membangun sebuah peradaban. Kita perhatikan negara-negara maju di dunia, semuanya menempatkan aspek pendidikan sebagai prioritas. Negara Jepang misalnya tahun 1945 setelah di bom atom oleh sekutu yang sangat parah kerusakannya dan menimbulkan ribuan korban jiwa, negara tersebut bangkit dengan membangun kembali melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
Indonesia sebagai negara yang besar dan memiliki jumlah penduduk yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara telah berusaha dengan berbagai cara untuk memajukan bangsanya melalui dunia pendidikan. Sejak Indonesia merdeka 72 tahun yang lalu, dari masa orde baru sampai masa reformasi, aspek pendidikan telah dipersiapkan dengan matang oleh pemerintah beserta para pakar pendidikan. Namun sampai sekarang peningkatan kualitas pendidikan Indonesia belum mencapai hasil yang maksimal. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya moral dan tingginya kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Selain itu perubahan kurikulum dari masa ke masa juga belum terbukti menghasilkan generasi yang unggul dan berakhlak mulia. Di media massa banyak berita tentang pelajar terlibat tawuran, kecanduan narkoba, pergaulan bebas serta masih banyak lagi yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Melihat fenomena yang seperti gunung es di dunia pendidikan saat ini, salah satu langkah yang ditempuh oleh pemerintah adalah dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter (PPK). Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, salah satu wujud nyata pendidikan karakter di sekolah adalah dengan mengembangkan minat dan bakat siswa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana mewajibkan semua sekolah menerbitkan rapor dengan nilai ganda yang bisa diterapkan mulai tahun 2018. Para guru nantinya akan memberi laporan nilai akademis dan pengembangan kepribadian siswa.
Sebelum dikeluarkannya Perpres nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter (PPK) oleh pemerintah, yayasan Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, termasuk didalamnya sekolah kami yaitu SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto telah menerapkan kurikulum pembelajaran yang berbasis akhlak mulia. Materi pembelajaran di kuatkan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al Qur’an. Dengan adanya internalisasi nilai-nilai Islam pada saat pembelajaran, maka diharapkan akan menghasilkan lulusan yang memiliki nilai akademik tinggi dan beraklakul karimah.
Adapun program-program SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto yang telah dilakukan untuk mendukung program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menjadi prioritas utama adalah peningkatan nilai-nilai spiritual dari para guru dan karyawan. Karena apabila guru memiliki keimanan yang kokoh dan senantiasa beraklakul karimah maka akan menjadi teladan bagi siswa-siswanya. Dalam rangka peningkatan keimanan dan ketaqwaan para guru, adalah dengan adanya program halaqoh. Program tersebut wajib diikuti oleh seluruh guru dan karyawan di lingkungan sekolah.
Kegiatan halaqoh dilaksanakan satu kali setiap pekan, dalam kegiatan halaqoh guru dan karyawan akan dipantau ibadah dan mendapatkan tausyiah tentang ilmu-ilmu agama Islam. Selain itu setiap guru dan karyawan juga mengisi buku pantauan ibadah. Buku tersebut berisi pantauan ibadah harian antara lain tadarus Al Qur’an, muroja’ah, sholat duha, sholat tahajud dan infak harian. Selain itu guru dan karyawan juga wajib mengikuti kegiatan Mabit (malam bina iman dan taqwa) yang dilaksanakan minimal satu kali dalam setiap satu semester.
Selain kegiatan halaqoh, guru dan karyawan juga dibiasakan untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunah misalnya ketika Bulan Ramadhan, guru dan karyawan wajib mengikuti kegiatan I’tikaf (berdiam diri di dalam masjid dengan tujuan untuk mendapatkan rahmat dari Allah SWT). Kegiatan ini dilaksanakan pada saat 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan. Tempat kegiatan i’tikaf di beberapa masjid di sekitar Kota Purwokerto. Selain itu, guru dan karyawan juga diwajibkan memiliki tabungan qurban. Teknis program ini yaitu setiap bulan guru dan karyawan wajib menabung sesuai dengan pilihan qurban yang dipilihnya. Adapun program ini mempunyai tujuan agar guru dan karyawan memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap warga masyarakat.
Penguatan pendidikan karakter (PPK) di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto mampu berjalan dengan sangat baik, karena salah satu faktornya adalah adanya nilai-nilai spiritual dari guru dan karyawan. Dengan adanya keteladanan dari para guru dan karyawan, maka program penguatan pendidikan karakter (PPK) dari pemerintah akan berjalan optimal di sekolah. Siswa akan mudah dibentuk karakternya sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.
Terobosan yang dilakukan sekolah kami selain peningkatan nilai-nilai spiritual guru dan karyawan, adalah dengan pembiasaan akhlak terhadap siswa. Siswa ketika awal tahun ajaran baru akan mengikuti kegiatan orientasi selama minimal satu pekan sampai satu bulan. Kegiatan orientasi ini fokusnya adalah pembiasaan akhlak mulia terhadap siswa dari kelas 1-6. Pembiasaan tersebut antara lain dengan pembiasaan mengucapan kalimat denga singkatan “SI TOMAT” yaitu terima kasih, tolong, dan maaf. Ucapan tersebut dibiasakan ke siswa-siswa ketika berkomunikasi dengan teman di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat. Selain itu, siswa juga ditanamkan dengan adab-adab yang islami antara lain adab berjabat tangan, adab mengucapkan salam, adab makan dan minum, adab masuk kamar mandi dan masih banyak lagi.
Setelah kegiatan orientasi selesai, siswa pun tetap mendapatkan bimbingan dan pantauan dari para guru yaitu dengan adanya buku Mutaba’ah (pantauan). Setiap siswa mendapatkan buku mutaba’ah, melalui buku mutaba’ah siswa akan senantiasa dipantau dan dibimbing dalam pelaksanaan ibadah harian, pantauan akhlak, dan kegiatan belajar di rumah masing-masing. Buku mutaba’ah ini setiap hari di cek oleh walikelas dan guru Al Qur’an. Dengan adanya buku tersebut maka diharapkan akan menjadi media untuk peningkatan kualitas ibadah dan pembiasaan akhlak mulia bagi siswa-siswa.
Penguatan pendidikan karakter (PPK) di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto selain pembiasaan akhlak kepada siswa juga dilakukan dengan pendekatan terhadap walimurid semua. Kegiatan tersebut antara lain dengan adanya kegiatan seminar parenting. Kegiatan ini dilakukan oleh sekolah bekerjasama dengan komite sekolah. Materi-materi dalam kegiaatan ini adalah berorientasi pada pembiasaan akhlak anak di rumah dan cara mendidik anak yang soleh dan solehah. Seminar parenting ini dilaksanakan minimal satu kali dalam semester. Selain seminar parenting, program lain yang mendukung penguatan pendidikan karakter (PPK) adalah “Tartili For Parents”. Program ini adalah layanan sekolah untuk walimurid dalam belajar membaca Al Qur’an. Dengan orang tua menguasai bacaan Al Qur’an, maka di rumah akan mampu mendampingi dan menanamkan karakter yang mulia terhadap anak-anak.
Program lainnya untuk mendukung program penguatan pendidikan karakter (PPK) di sekolah kami adalah dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler dan bina prestasi (binpres). Kegiatan ekstrakurikuler wajib diikuti oleh semua siswa. Kegiatan ini memiliki berbagai macam cabang olahraga sesuai bakat dan minatnya. Cabang tersebut terdiri dari lebih dari 20 cabang. Siswa diberi kesempatan untuk memilihnya. Kegiatan ini dilaksanakan setiap Hari Sabtu mulai pukul 07.15-09.00. Tempat kegiatannya di lingkungan sekitar sekolah dan di tempat-tempat pusat olahraga. Kegiatan ini dibimbing oleh para pelatih dari luar sekolah yang profesional. Selain kegiatan ekstrakurikuler, siswa-siswa yang mempunyai bakat dan potensi akan diikutkan program binpres. Program ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki siswa. Kegiatan binpres dilaksanakan minimal 2 kali dalam sepekan, tempat kegiatan ini di sekitar sekolah dan terpusat di “Sport Center” milik yayasan. Hasil program binpres sangat memuaskan, siswa berhasil menjuarai perlombaan baik olahraga maupun akademik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Langkah sekolah yang lainnya untuk mendukung program penguatan pendidikan karakter (PPK) adalah dengan adanya kegiatan pramuka. Kegiatan pramuka diikuti oleh semua siswa dari kelas 1-6, baik tingkatan siaga maupun penggalang. Dengan adanya kegiatan pramuka diharapkan akan menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, tanggung jawab, dan kemandirian. Kegiatan pramuka dilaksanakan setiap satu kali dalam sepekan yaitu pada Hari Jum’at. Kegiatan pramuka yang paling disukai siswa adalah berkemah, karena kegiatan ini merupakan pengalaman baru bagi siswa-siswa dan banyak tantangan yang dihadapinya.
Dapat diambil kesimpulan bahwa SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Puwokerto telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung program penguatan pendidikan karakter (PPK). Langkah tersebut antara lain peningkatan nilai-nilai spiritual seluruh guru dan karyawan, internalisasi nilai-nilai islami dalam pembelajaran, pembiasaan akhlak dan adab sehari-hari, penguatan kerjasama sekolah dengan walimurid, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, binpres dan pramuka di sekolah. Demikianlah beberapa program-program yang sudah dilaksanakan oleh SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto dalam rangka menyukseskan program pemerintah yaitu penguatan pendidikan karakter (PPK). Semoga secara bertahap dan berkesinambungan sekolah kami akan mampu menjadi sekolah unggulan yang menghasilkan siswa berprestasi akademik tinggi dan memiliki akhlakul karimah. Amin

Pemberdayaan Komite Sekolah di Lingkungan SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto

Keberhasilan sekolah sebagai lembaga pendidikan didukung oleh kapasitas dan kapabilitas dari seluruh Civitas Akademika (Kepala Sekolah, guru, karyawan dan murid), Komite Sekolah, wali murud dan pihak eksternal. Tanpa itu semua, keberhasilan yang didamba – dambakan oleh pihak sekolah tidak akan dicapai dengan sempurna. Komponen – komponen sekolah akan bekerja sesuai dengan tugas pokok dan posisinya masing – masing. Mereka akan menjalankan tugas mereka dengan sebaik – baiknya agar keberhasilan yang hendak dicapai akan terlaksana. Kerjasama yang produktif dengan Komite Sekolah, wali murid dan pihak eksternal juga sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, Komite Sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam menggabungkan dan menyalurkan aspirasi dari pihak sekolah kepada wali murid atau sebaliknya dari wali murid kepada pihak sekolah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, menyebutkan bahwa Komite Sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/ wali murid, komunitas sekolah, serta masyarakat yang peduli pendidikan. Pada pasal 4 ayat (1) menyatakan bahwa  anggota Komite Sekolah terdiri dari (a) orang tua / wali dari siswa yang masih aktif pada sekolah yang besangkutan paling banyak 50% (lima puluh pesen); (b) tokoh masyarakat paling banyak 30% (tiga puluh pesen), antara lain 1) memiliki pekerjaan dan perilaku hidup yang dapat menjadi panutan bagi masyarakat setempat: dan/ atau 2) anggota / pengurus organisasai atau kelompok masyarakat peduli pendidikan tidak termasuk anggota / pengurus organisasi profesi pendidik dan pengurus partai politik. (c) pakar pendidikan paling banyak 30% (tiga puluh persen), antara lain: 1)pensiunan tenaga pendidik; dan/atau 2)  orang  yang  memiliki  pengalaman  di  bidang pendidikan (d) Persentase  sebagaimana  dimaksud  dalam  huruf  a, huruf  b,  dan  huruf  c  menjadi  batas  maksimal sampai  dengan  jumlah  anggota  memenuhi  100% (seratus  persen)  yang  disesuaikan  dengan  kondisi daerah masing-masing.  Dalam keanggotaannya  Komite Sekolah berjumlah paling sedikit 5 (lima) orang dan paling banyak 15 (lima belas) orang. Dan anggota Komite Sekolah tidak dapat berasal dari unsur:  pendidik dan tenaga kependidikan dari Sekolah yang bersangkutan;   penyelenggara Sekolah yang bersangkutan;  pemerintah desa;  forum koordinasi pimpinan kecamatan; forum koordinasi pimpinan daerah;  anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; dan/atau pejabat  pemerintah/pemerintah  daerah   yang membidangi pendidikan.

Dalam  Permendikbud pasal 2 ayat (1,2, 3) yang berbunyi “ Komite Sekolah berkedudukan di setiap sekolah,  Komite  Sekolah  berfungsi  dalam  peningkatan  mutu pelayanan pendidikan,  Komite  Sekolah  menjalankan  fungsinya  secara  gotong royong, demokratis, mandiri, profesional, dan akuntabel.” Kemudian pada Lampiran I Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/u/2002 tanggal 2 April 2002 menyatakan tentang tujuan, peran dan fungsi Dewan Pendidikan atau yang kita kenal dengan Komite Sekolah saat ini.

Tujuan  dibentuknya Dewan Pendidikan (Komite Sekolah) adalah:

  1.  Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan dan program pendidikan;
  2.  Meningkatkan tanggungjawab dan peranserta aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan;
  3. Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu.

Peran dan Fungsi dari Dewan Pendidikan (Komite Sekolah) adalah:

Komite Sekolah berperan sebagai:

  1. Pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan;
  2. Pendukung (supporting agency), baik yang berwujud financial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan;
  3. Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan;
  4. Mediator antara pemerintah (eksekutif) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (legislatif) dengan masyarakat.

Serta berfungsi sebagai berikut:

  1. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu;
  2. Melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi), pemerintah, dan DPRD berkenan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu;
  3. Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat;
  4. Memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada pemerintah daerah/DPRD mengenai:  kebijakan dan program pendidikan; kriteria tenaga daerah dalam bidang pendidikan; kriteria tenaga kependidikan, khususnya guru/tutor dan kepala satuan pendidikan;  kriteria fasilitas pendidikan; dan  hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan;
  5. Mendorong orangtua dan masyarakat berpartisipasi dalam pendidikan guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan;
  6. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan, dan keluaran pendidikan.

 

Dari penjelasan yang sesuai dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 dan Permendiknas Nomor 044/u/2002 tanggal 2 April 2002 jelaslah bahwa peran Komite Sekolah sangat penting dalam terlaksananya keberhasilan pada tiap sekolah yang dimilikinya. Namun fakta dilapangan menunjukkan bahwa keberadaan dari Komite Sekolah masih cenderung pasif. Hal ini dikarenakan oleh Visi dan Misi pada sekolah yang kurang kuat dalam pemberdayaan dari pengurus Komite sekolah, kurangnya komunikasi antar pihak sekolah dengan Komite Sekolah, Program yang kurang jelas dari pihak sekolah, dan pemanfaatan keberadaan Komite Sekolah bagi para orang tua yang kurang diberdayakan serta memandang sebelah mata terhadap pihak Komite Sekolah adalah beberapa penyebab pasifnya Komite Sekolah dalam sebuah sekolah.

Agar keberadaan Komite Sekolah menjadi sangat penting bagi seluruh komponen sekolah dan masyarakat perlu adanya berbagai macam cara yang harus dilakukan diantaranya adalah pihak sekolah memberikan penguatan keberadaan Komite Sekolah dalam penyataan visi dan misinya sehingga segala aspek pendididkan yang ada di sekolah tersebut selalu memprioritaskan pihak Komite Sekolah; menjalin komunikasi yang bagus antara pihak sekolah dengan Komite Sekolah ataupun antara wali murid dengan pihak Komite Sekolah, misalkan pihak sekolah yang diwakilkan oleh para wali kelas melakukan komunikasi yang produktif terhadap anggota Komite Kelas yang nantinya akan diteruskan kepada pihak Komite Sekolah atau Komite Unit Sekolah tentang berbagai macam kegiatan yang akan dilaksanakan atau program bimbingan intensif yang dilaksanakan oleh para siswa apakah akan memungut dana lagi kepada orang tua sehingga tidak ada permasalah yang akan terjadi nantinya . Perlunya pihak sekolah memperjelas program yang hendak dilaksanakan dengan melibatkan dari pihak Komite Sekolah, misalkan pihak sekolah memprogramkan sebuah kegiatan besar seperti Open House, seminar parenting dan lain sebagainya. Ketika pihak Komite Sekolah dilibatkan mereka akan berusaha membantu sehingga pelaksanaan program sekolah berjalan dengan lancar. Kemudian pemanfaatan keberadaan Komite Sekolah bagi para orang tua yang kurang diberdayakan serta dipandang sebelah mata terhadap pihak Komite Sekolah dapat dilakukan oleh pihak sekolah dengan menginformasikan bahwa keberadaan Komite Sekolah sangat diperlukan bagi para oarang tua / wali murid yaitu dengan cara pemilihan pengurus Komite Kelas yang melibatkan para orang tua agar memilih anggota Komite Sekolah dari pihak orang tua murid. Orang tua murid dapat memilih secara langsung para pengurus kelasnya agar aspirasi mereka akan tersalurkan karena mereka mengenal anggota komite kelasnya sendiri. Dengan begitu apa yang megganjal di hati para orang tua / wali murid dapat tersalurkan kepada pihak sekolah melalui perantara yang disampaikan oleh pihak komite kelas kepada Komite Sekolah yang nantinya akan sampai kepada pihak sekolah. Peran serta para pihak Komite Sekolah yang dapat menyalurkan aspirasi para orang tua dan perannya dalam mensukseskan seluruh program sekolah akan menghilangkan pandangan para orang tua / wali murid yang negatif terhadap Komite Sekolah.

 

Keberadaan Komite Sekolah SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto sangat penting bagi keberhasilan pendidikan siswa dan prestasi sekolah. Keterlibatan yang dilakukan oleh Komite Kelas dan Komite Unit membuat para orang tua percaya bahwa Komite Sekolah sangat dibutuhkan oleh pihak SD Al Irsyad Al Isl;amiyyah 01 Purwokerto. Komite Kelas menjembatasi pihak orang tua / wali murid dengan pihak wali kelas. Seluruh kegiatan siswa akan dikomunikasikan oleh wali kelas kepada pihak orang melalui program Family Gathering yang diadakan oleh pihak Komite Kelas. Kemudian dari pihak Komite Kelas akan menyalurkan aspirasi yang berasal dari para orang tua kepada pihak Komite Unit. Kemudian dari pihak Komite Sekolah akan menyampaikannya kepada pihak management sekolah. Komite Kelas juga membantu program siswa  seperti outdoor study, outbond, My Father/ My Mother My Teacher, mengundang tokoh yang melibatkan peran serta dari Komite kelas.

Selain itu pihak Komite Sekolah akan membantu pihak sekolah dalam mempromosikan program sekolah kepada pihak luar sehingga banyak orang tua yang mendaftarkan putra putrinya ke SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto melalui jaringan yang mereka punya dan mengadakan Smart Parenting untuk para orang tua/ wali murid SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto dan para orang tua / wali murid TK se- Kabupaten Banyumas.

Untuk itu sangat penting bagi Sekolah Dasar – Sekolah Dasar yang lain agar dapat merevitalisasi Komite Sekolah yang mereka punyai agar dapat membantu pihak sekolah dalam mencapai segala macam program yang diadakan dan proses pembelajaran akan dapat terlaksana dengan baik karena ada dukungan dan bantuan dari pihak Komite Sekolah. (Yuliyanti, S.Pd)

TIPS AGAR ANAK CEMERLANG BERPRESTASI

TIPS AGAR ANAK CEMERLANG BERPRESTASI
Oleh: Imalia Din Indriasih, S.Sos

Menyandang predikat berprestasi memang sebuah prestise tersendiri bagi kebanyakan orang. Menarik memang membahas mengenai prestasi, sebab siapapun pasti tertarik untuk mengetahui bagaimana caranya agar menjadi pribadi yang berprestasi. Sebelum membahas bagaimana caranya, sebenarnya perlu di samakan dulu persepsinya mengenai apa itu prestasi dan mengapa perlu untuk berprestasi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan dan sebagainya)*. Berdasarkan pengertian tersebut prestasi adalah hasil akhir dari sebuah usaha, hasil yang dimaksud disini tentu saja hasil yang memuaskan, hasil yang membanggakan. Jadi untuk menuju titik “ hasil akhir” itu sebenarnya ada proses panjang yang harus dijalani terlebih dahulu, ada sebuah usaha yang harus diupayakan semaksimal mungkin. Inilah yang terkadang luput dari perhatian kita, bahwa dibalik kesuksesan seseorang dalam meraih prestasi ada proses yang harus dilaluinya. Karena pada hakikatnya tidak ada satupun yang bisa diperoleh dengan cara yang instan, semua hal membutuhkan proses untuk mencapainya.
Nah, proses inilah sebenarnya yang perlu dipahami dan dibahas lebih panjang ketimbang prestasi itu sendiri sebagai hasil akhirnya. Sebab hasil akhir hanyalah bonus dari sebuah proses yang dijalani. Pada prinsipnya tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Pertanyaannya adalah bagaimana memaksimalkan ikhtiar agar berhasil meraih prestasi yang cemerlang.
Raihan prestasi bisa bermacam-macam, ada prestasi di bidang akademik, prestasi kerja, prestasi olah raga, dan berbagai prestasi lainnya. Meskipun demikian perlu disepakati bersama bahwa berprestasi tidak melulu soal piala, piagam dan medali, ada banyak prestasi yang tidak hanya diukur dengan gelar juara, seperti anak yang sholih, yang sopan, yang berakhlak mulia, pun sebuah prestasi tersendiri yang sungguh sangat membanggakan. Sebuah generasi muslim, yang Qurani dan Rabbani, merupakan raihan prestasi yang luar biasa kita dambakan. Dan banyak lagi prestasi-prestasi yang tolok ukurnya bukan hanya sekedar kemenangan diatas kertas tetapi sebuah kemenangan yang sesungguhnya.
Berikut akan dibahas, mengenai tips agar bisa berprestasi cemerlang. Akan diawali dengan sebuah cerita. Belum lama ini bertemu dengan teman lama yang sudah tidak bertemu kurang lebih 18 tahun lamanya. Banyak cerita yang bergulir dari pertemuan ini, salah satunya tentang anaknya. Diceritakan anaknya biasa-biasa saja secara prestasi akademis, tidak terlalu menonjol hanya rata-rata saja. Namun ada seseorang yang memberitahu sebuah tips, untuk melejitkan potensi prestasi anak apakah tips tersebut? Yakni selalu mandi pagi sebelum waktu subuh. Ya, sesederhana itu namun implikasinya sungguh sangat mengagumkan, anak teman tersebut prestasi akademisnya melejit bukan hanya di sekolah bahkan sampai ke propinsi.
Meski tidak tahu teorinya, sebenarnya hal tersebut sudah dipraktikkan ke anak-anak kami sedari kecil, bukan karena mengetahui tips tersebut, melainkan karena kondisi. Pekerjaan kedua orangtuanya menuntut semua untuk bangun pagi dan bersiap dari pagi agar tidak terlambat, jadi anak-anak dibangunkan sebelum subuh, langsung diminta mandi baru melaksanakan sholat subuh. Bahkan terkadang anak lelaki kami sholat shubuh di masjid mengenakan seragam sekolah. Sekarang baru terpikir mungkin itu salah satu faktor penyebabnya. Anak kami Alhamdulillah selalu berprestasi tidak hanya tingkat sekolah tetapi menjuarai berbagai olimpiade exact tingkat nasional. Dengan kondisi tubuh yang tetap segar dan bersemangat meski aktifitas sekolahnya seharian, sedari kecil.
Mandi pagi sebelum subuh dengan air dingin memang mempunyai banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya adalah memperlancar peredaran darah. Menurut berbagai hasil penelitian pada sebuah lembaga riset trombosit di Inggris, apabila seseorang sering melakukan rutinitas mandi pagi dengan air dingin, maka peredaran darahnya akan menjadi lancar. Termasuk peredaran darah ke otak jadi lebih lancar, sehingga memaksimalkan fungsi otak. Tubuh terasa lebih segar, rileks dan bugar, dalam kondisi seperti ini tubuh dan pikiran akan lebih mudah diajak beraktifitas apapun. Termasuk “diajak” untuk melakukan proses berprestasi tadi.
Menurut riwayat, Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam tak pernah sakit sepanjang hayatnya karena pandai menjaga kesehatannya dan salah satu aktivitas rutin Rasulullah adalah beliau selalu menjaga makanan sehari-harinya dan selalu mandi sebelum subuh. Dalam kondisi tubuh yang prima inilah peraihan prestasi bisa dimaksimalkan. Mengenai kebiasaan Nabi Shallalahu ‘alaihi wa sallam mandi sebelum subuh, tidak ada dalil ataupun hadits shahih mengenai hal ini. Yang ada contohnya adalah shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh (semoga Allah memberikan taufik kepada kita agar selalu bisa melaksanakannya). Aisyah Radhiallahu anhuma berkata,
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ عَلَى شَيْئٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ تَعَاهُداً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ
“Nabi tidak pernah menjaga shalat sunnat melebihi perhatian beliau terhadap dua rakaat sebelum Subuh.” Muttafaqun ‘alaih
Jadi tunggu apa lagi? Kebiasaan baik harus dimulai dari sekarang saat ini juga, dari diri sendiri dan keluarga. Semoga hasil terbaik dapat kita capai sesuai usaha yang dilakukan dan doa yang dipanjatkan. Aamiin.

Daftar pustaka:

Sunnah Mandi Sebelum Subuh??? (Syariat dan Medis)

Motivasi Hari Ini

"Nikmat sehat akan terasa jika kita pernah sakit. Nikmat harta akan terasa jika kita pernah susah, dan nikmat hidup akan terasa jika kita pernah mendapatkan musibah. Musibah adalah awal dari kenikmatan hidup... Bahagianya hidup dengan manisnya iman dan menjadikan allah sebagai tujuan hidup."

"Hidup juga perjuangan. Setiap kita akan dinilai dari apa yang telah kita perjuangkan.. Apa yang sudah kita perjuangkan selama ini?."
HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com