Sabtu, 16 Februari 2019 festival OSMOSIS Kembali digelar Oleh SD Al Irsyad 01 Purwokerto acara yang dikoordinir oleh ustadah Titi yuniarti, S.E ini mengambil tema “penemu muslim berikutnya” acara yang dipersiapkan sejak pertengahan Januari ini menghasilkan 46 karya siswa dengan berbagai bahan dan manfaat seperti Disni (dispenser mini), Bensu (bensin super), rumah antik (anti nyamuk), LHE (lampu hemat energi) dan peniris minyak dll. Bahan yang digunakan adalah bahan-bahan yang mudah untuk ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan mudah pula untuk merangkainya tetapi dapat memberikan banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari.
46 karya siswa yang sudah terkumpul kemudian dinilai oleh ustadah Lia Lindawati, M.Si yang merupakan pengajar dari SMA IT Al Irsyad Purwokerto, dari seluruh karya yang terkumpul kemudian dinilai dan memperoleh 10 karya terbaik, dari 10 karya terbaik disaring kembali menjadi 5 terbaik dan mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karya yang telah dibuat baik dari bahan, cara merangkai, mempraktikkan hasil karya dan menjelaskan manfaat yang , dari 5 karya terbaik yang telah dipresentasikan pada festival osmosis dipilih kembali menjadi 3 terbaik, 3 terbaik yang dipilih yaitu Bensu (bensin super) karya Aqila, Salma dan Az-Zahra sebagai juara 1, LHE ( lampu hemat energi) karya dari Arul, Hanif, Rama dan Nadhif sebagai juara 2, dan diposisi ke 3 ada karya dari Dhika dan Aldo dengan karya yang bernama APL (). Ketiga karya terbaik berhak untuk mengikuti perlombaan ketingkat nasional untuk mewakili SD Al Irsyad 01 Purwokerto tutur ustad Basuki Dwi Sulistiyo, S.Pd. selaku Waka level 5
Kegiatan OSMOSIS kali ini adalah pagelaran ke 2 yang diselenggarakan SD Al Irsyad 01 Purwokerto setelah sebelumnya sukses menghasilkan karya-karya hasil kreativitas siswa-siswa dan dapat memotivasi siswa untuk dapat mengembangkan dan memanfaatkan bahan bahan sekitar yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Pagelaran OSMOSIS ini tidak hanya ditampilkan dihadapan siswa level 5 tetapi juga siswa level lain dan wali murid sebagai motivasi untuk berkarya menjadi penemu muslim berikutnya. (Gita)